×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Elemen Budaya

Motif Kain

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Asal Daerah

Yogyakarta

Batik Pura Pakualaman

Tanggal 29 Nov 2018 oleh Roro .

 

Pura Pakualaman adalah sebuah istana kecil Kadipaten Paku Alaman. Awalnya Wilayah Pakualaman merupakan bagian dari Kesultanan Yogyakarta. Pada tahun 1813 Kesultanan dibelah menjadi Kesultanan Ngayogyakarta dan Kadipaten Pakualaman sebagai akibat persengketaan antara Kesultanan Ngayogjakarta dengan Letnan Gubernur Jendral Inggris Thomas Stamford Raffles. Pangeran-Pangeran Paku Alam bertakhta dari tahun 1813 hingga tahun 1950, ketika pemerintah menyatukan kadipaten ini dengan kesultanan Yogya sebagai sebuah daerah berotonomi khusus setingkat provinsi. Kadipaten Pakualaman secara administratif terlepas dari kekuasaan kesultanan Yogyakarta.

 

Dari sejarah tersebut maka dapat dipahami bahwa unsur-unsur budaya kedua istana itu memiliki banyak kesamaan. Termasuk juga di dalamnya corak batik. Kcraton di kedua wilayah pembatikan ini. Gaya pola dan warna pada Batik Pura Pakualaman mulai berubah sejak Sri Paku Alam VII mempersunting putri Sri Susuhunan Paku Buwana X. Semenjak itu hubungan kedua keiuarga ini semakin erat, yang rupanya berdampak pada tampilan Batik Pura Pakualaman. Salah satu ciri perubahan itu adalah warna Batik Pakualaman yang kini memadukan antara Batik Keraton Surakarta dan Yogyakarta. Bahkan para putri di Pura Pakualaman Yogyakarta menggemari Batik-batik gagrak Surakarta.

Menurut buku “Batik, Zaman dan Lingkungan”, di antara Batik Pakualaman yang paling dikenal adaiah Motif Candi Baruna yang teiah tercipta sejak sebelum tahun 1920, kemudian Motif Peksi Manyura yang merupakan ciptaan R.M. Notoadisuryo. Motif-motif lain di antaranya Pamang Barong seling Sisik, Parang Klitik seling Ceplok, Parang Rusak seling Huk, Sawat Manak, Babon Angrem, dan Dodot.

 

Sumber: https://infobatik.id/batik-pura-pakualaman/

DISKUSI


TERBARU


Lagu Selayang P...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Lagu Tradisional

Lagu Melayu yang bertajuk Selayang Pandang sangat tersohor tidak hanya di Indonesia namun di Malaysia dan Singapura merupakan ciptaan komposer tanah...

Hidangan Ketupa...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Ketupat

Selain bahan bakunya yang unik, Ketupat Kopau khususnya di Desa Okura juga dihidangkan dengan makanan pendamping yang unik pula. Ketupat dimakan deng...

Anyaman Ketupat...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Anyaman Ketupat

Berbeda dari ketupat pada umumnya yang menggunakan daun kelapa, masyarakat Melayu Riau memiliki kearifan lokal unik berupa tradisi menganyam ketupat...

Tari Vaganza

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Tari Vaganza

Tari Vaganza adalah sebuah pertunjukan tarian selamat datang yang berasal dari Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kata 'Vaganza' bermaksud pertunjukan be...

Situs Payak

Oleh Kyas1 | 20 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Situs Payak adalah salah satu lokasi wisata sejarah blusukan di Jogja yang belum banyak dikenal. Bentuknya menyerupai candi pendek dengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...