×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ikon Budaya Betawi

Elemen Budaya

Makanan Minuman

Provinsi

DKI Jakarta

Asal Daerah

Srengseng Sawah

Bir Tiruan Barat tanpa Alkohol dari Tanah Betawi, Bir Pletok

Tanggal 10 Aug 2018 oleh OSKM_16418008_Mohammad Fadillah.

Minuman dari budaya betawi sangat beraneka ragam salah satu yang khas adalah minuman Bir Pletok. Bir Pletok adalah minuman khas dari betawi yang terbuat dari rempah-rempah seperti jahe, daun pandan wangi, dan serai dan untuk menambah warna merah pada minuman tersebut menggunakan kayu secang. Bir ini tidak seperti anggapan orang dengan kata bir yang berarti minuman yang mengandung alkohol sehingga memabukkan, tetapi bir ini merupakan minuman yang sehat karena terbuat. dari rempah-rempah. Saat ini bir pletok sudah menjadi ikon budaya betawi berdasar Pergub DKI No.11 tahun 2017 tentang 8 ikon budaya betawi : ondel-ondel, Kerak Telor, Batik Betawi, Baju Sadariah, Ornamen Gigi Balang, Kembang Kelapa, Kebaya Perancang dan Bir Pletok.

Sejarah munculnya minuman ini adalah pada jaman dahulu kaum bangsawan Belanda senang kumpul santai setelah pulang kerja. Di tengah ngobrol santai itu, mereka biasanya minum bir untuk melepaskan penat dan lelah. Nah, orang-orang Betawi itu nggak mau kalah dengan gaya hidup sang tuan tanah. Orang Betawi tidak bisa menikmati bir barat karena orang Betawi itu Muslim yang taat dan didalam islam tidak memperbolehkan meminum minuman keras, akhirnya mereka membuat racikan sendiri. Racikan ini didapat dari berbagai rempah di sekitar mereka, salah satunya adalah kayu secang yang menyebabkan warnanya jadi merah.

Nama Bir Pletok itu sendiri berasal dari 2 kata yang masing-masing mempunyai arti. Kata Bir sendiri konon diambil dari kata Bir’un dari Bahasa Arab yang artinya sumur/sumber mata air (bukan diambil dari kata beer yang memabukan dalam Bahasa Inggris). Sedangkan kata Pletok yaitu dari racikan minum bir yang sudah jadi, dimasukkan ke dalam teko/ketel dan ditambahkan es batu lalu dikocok kocok sehingga menimbulkan bunti koprok-koprok (Pletok-pletok).

Bir pletok ini kaya rempah. Pada awalnya, bir pletok dibuat dengan rempah sederhana seperti jahe, daun pandan wangi, lada, dan kayu secang. Namun sekarang rempahnya sudah di-upgrade! Agar rasanya semakin mantap, bir pletok juga menggunakan, pala, kapulaga, cengkeh, serai, kayu manis, dan daun jeruk purut. Warna merah dari bir pletok datang dari kayu secang. Jika dimasukkan dalam rebusan air, kayu secang akan mengeluarkan zat warna merah yang cantik.

Langkah pembuatan bir pletok ini sangat sederhana. Pertama, geprek semua rempah yang liat/keras seperti jahe dan serai agar aromanya lebih keluar. Lalu, masukkan semua bahan-bahan bersama air dalam sebuah panci dan panaskan dengan api sedang. Aduk bahan tersebut hingga mendidih dan warna air berubah menjadi merah. Siapkan sebuah gelas lalu saring hasil rebusan dan sisakan airnya saja. Langsung sajikan selagi hangat, atau dinginkan dan tambahkan es batu jika ingin menikmatinya dingin.

Khasiat dari minuman bir pletok antara lain : menghangatkan tubuh, meningkatkan vitalitas tubuh, memperlancar perededaran darah, meredakan migrain dan diare, meredakan diare dan batuk, memperlancar sistem pencernaan, meningkatkan nafsu makan, serta meredakan nyeri lambung dan radang sendi.

 

Mohammad Fadillah 

16418008

FTTM

#NirmalaPembangunBangsa

#OSKMITB2018

#BudayakanMengarsipBudaya

 

 

DISKUSI


TERBARU


Lagu Selayang P...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Lagu Tradisional

Lagu Melayu yang bertajuk Selayang Pandang sangat tersohor tidak hanya di Indonesia namun di Malaysia dan Singapura merupakan ciptaan komposer tanah...

Hidangan Ketupa...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Ketupat

Selain bahan bakunya yang unik, Ketupat Kopau khususnya di Desa Okura juga dihidangkan dengan makanan pendamping yang unik pula. Ketupat dimakan deng...

Anyaman Ketupat...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Anyaman Ketupat

Berbeda dari ketupat pada umumnya yang menggunakan daun kelapa, masyarakat Melayu Riau memiliki kearifan lokal unik berupa tradisi menganyam ketupat...

Tari Vaganza

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Tari Vaganza

Tari Vaganza adalah sebuah pertunjukan tarian selamat datang yang berasal dari Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kata 'Vaganza' bermaksud pertunjukan be...

Situs Payak

Oleh Kyas1 | 20 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Situs Payak adalah salah satu lokasi wisata sejarah blusukan di Jogja yang belum banyak dikenal. Bentuknya menyerupai candi pendek dengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...