×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

ciri - ciri tarian

Provinsi

Lampung

Ciri Khas Tari Cangget

Tanggal 05 Aug 2018 oleh OSKM_19178001_Clemency Devanie Christabella.

Kota Lampung tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita bukan? Kota yang terletak di bagian paling selatan Pulau Sumatra ini adalah salah satu daerah yang dikenal banyak memiliki potensi budaya. Salah satu diantaranya adalah tari cangget, tarian yang banyak dikenal orang, yang sejak dahulu ditumbuhkembangkan oleh Orang Pepadun, masyarakat asli Lampung.

Konon, kira - kira sebelum tahun 1942 (sebelum kedatangan bangsa Jepang ke Indonesia), tari cangget selalu ditampilkan pada setiap upacara yang berhubungan dengan gawi adat, seperti upacara saat mendirikan rumah, panen raya, dan mengantar orang yang akan pergi untuk ibadah haji. Pada saat itu, orang-orang akan berkumpul, baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan dengan tujuan untuk mengikuti upacara dan berkenalan dengan sesamanya. Masih banyak pemuda-pemudi yang dapat mementaskan tari cangget pada saat itu.

Hal unik yang menjadi ciri khas tari cangget yakni para orangtua biasanya memperhatikan dan menilai gerak-gerik penari dalam membawakan tariannya. Kegiatan ini oleh orang Lampung disebut dengan "nindai". Tujuannya tidak hanya melihat gerak-gerik pemuda atau pemudi ketika sedang menarikan tari cangget, tetapi juga untuk melihat kehalusan budi, ketangkasan dan keindahan ketika mereka berdandan dan mengenakan pakaian adat Lampung. Sedangkan bagi para pemuda dan pemudi tersebut, ini menjadi kesempatan untuk mencari jodoh. Jika ada yang saling tertarik dan orangtuanya setuju, maka mereka meneruskan ke jenjang perkawinan.

Tarian cangget terdiri dari beberapa macam, yaitu Cangget Nyambuk Temui, Cangget Bakha, Cangget Penganggik, Cangget Pilangan dan Cangget Agung (Cangget Agung adalah tarian pada saat ada upacara adat pengangkatan seseorang menjadi Kepala Adat/Cacak Pepadun).

Gerakan Tari Cangget terdiri dari : (1) gerak sembah (sebagai pengungkapan rasa hormat); (2) gerakan knui melayang (lambang keagungan); (3) gerak igel (lambang keperkasaan); (4) gerak ngetir (lambang keteguhan dan kesucian hati; (5) gerak rebah pohon (lambang kelembutan hati); (6) gerak jajak/pincak (lambang kesiagaan dalam menghadapi mara bahaya); dan (7) gerak knui tabang (lambang rasa percaya diri).

Pakaian yang dikenakan oleh penari perempuan adalah : (1) kain tapis; (2) kebaya panjang warna putih; (3) siger; (4) gelang burung; (5) gelang ruwi; (6) kalung papan jajar; (7) buah jarum; (8) bulu seratai; (9) tanggai; (10) peneken; (11) anting-anting; dan (12) kaos kaki warna putih.

Sedangkan pakaian dan perlengkapan pada penari laki-laki adalah: (1) kain tipis setengah tiang; (2) bulu seratai; (3) ikat pandan; (4) jubah; dan (5) baju sebelah.

Kekhasan tari cangget terlihat dari waktu pembawaan tarian ini (untuk upacara adat tertentu), tujuan pembawaan tarian ini (dapat digunakan sebagai ajang pencarian jodoh), gerakan tarian ini (banyak gerakan sulit yang hanya dapat dilakukan oleh beberapa orang), serta pakaian dan perlengkapan yang digunakan oleh penari (sebagian besar bahan-bahan dan barang-barang tersebut hanya dapat ditemukan di kawasan Lampung).

Saat ini, seiring dengan perkembangan zaman, penyelenggaraan tarian ini semakin berkurang. Tarian cangget tidak lagi dibawakan oleh para pamuda dan pemudi untuk saling berkenalan, melainkan telah menjadi suatu tarian khusus yang dimainkan oleh penari-penari tertentu (tidak sembarang orang) dan pada saat-saat tertentu saja (upacara adat saja). Untuk itu, sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, alangkah baiknya jika kita ikut berupaya agar tarian daerah Lampung ini tidak terlupakan keberadaannya, dengan terus melestarikan dan mengembangkan budaya ini, sehingga dapat dikenal oleh seluruh Indonesia, bahkan dikenal dunia luar. Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

OSKMITB2018

sumber : https://www.tempolagu.com/2016/11/tari-sembah-sembah-sigeh-penguten.html

gambar tari cangget

DISKUSI


TERBARU


Tari Nan Di Nan...

Oleh Kyas1 | 24 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Nan Di Nanti adalah interpretasi artistik dari tradisi Mananti Marapulai, bagian dari adat pernikahan masyarakat Minangkabau. Tarian...

Anyaman Lamahol...

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Anyaman Lamaholot adalah kerajinan tangan tradisional yang menggunakan daun lontar sebagai bahan utama. Kerajinan ini merupakan bagian dar...

Keuneunong

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Keuneunong adalah kearifan lokal masyarakat Aceh untuk memprediksi cuaca dengan mengamati tanda-tanda alam. Sistem penanggalan ini digunak...

Aturan Adat Hut...

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Aturan adat juga berlaku terhadap hutan. Dayak Pitap memiliki hutan keramat yang tidak boleh diganggu karena dipercaya menjadi tempat lelu...

Tradisi Berlada...

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Bagi masyarakat Dayak Pitap di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, berladang bukan sekadar cara mendapatkan makanan. Kegiatan ini meru...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...