×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Peralatan Masak

Provinsi

Sulawesi Selatan

Asal Daerah

Suku Bugis, Makassar

Dapur - Bugis Makassar - Sulawesi Selatan - Peralatan Masak

Tanggal 16 Apr 2018 oleh hallowulandari .

Dapur Orang Bugis Makasar
 
Istilah dapur (tradisional) disini mencakup pengertian dapur sebagai ruang /bangunan, tempat menyimpan peralatan masak dan tempat berlangsungnya kegiatan makan minum. Eksistensi dapur ini timbul bersamaan dengan diketemukannya api oleh manusia. Dapur bagi orang Bugis-Makassar sangat dekat dengan proses dan eksistensi keluarga. Keluarga yang masih “hidup” dapat ditengarai dengan dapur yang masih berasap. Sebaliknya sebuah dapur yang sudah tidak berasap lagi menandakan bahwa keluarga pemilik dapur sudah mati.
 
Dapur tradisional Bugis-Makasar pada umumnya berbentuk segi empat, mengikuti filsafat orang Sulawesi Selatan yang disebut “Sulapa Eppa” yang artinya “Yang dianggap paling sempurna adalah yang bersegi empat”. Bentuk formasi bangunan untuk perletakan tungku ada yang terbuat dari kayu dan ada pula yang diletakkan diatas lantai rumah secara berdampingan. Bangunan dapur tradisional Bugis-Makasar ada yang bertingkat dua. Lantai atas digunakan untuk tempat menyimpan dan mengeringkan kayu bakar atau menyimpan peralatan dapur. Lantai bawah digunakan untuk memasak. Tungku masak yang digunakan kebanyakan masih menggunakan tiga batu yang diatur diatas lantai yang sudah diberi pasir atau tanah. Dalam satu dapur bisa berderet dua sampai tiga buah tungku. Bila masih memerlukan tungku lagi, dibuatlah tungku yang terpisah dengan dapur yang disebut dapo (Bugis) atau palu (Makasar) yang mudah dipindah-pindahkan.
 
Di beberapa daerah di Sulawesi bagian Selatan, palu yang mempunyai bentuk seperti perahu dengan tiga tatakan sangat dominan dipakai. Sedangkan untuk wilayah utara cukup bervariasi, diantaranya : formasi tiga batu, bentuk silinder, dua besi panjang sejajar, dan lain sebagainya. Dalam perkembangan selanjutnya, dapur tersebut bergeser ke ruang belakang dan dibuatkan bangunan tambahan khusus dibagian belakang atau bagian sebelah kiri bangunan induk. Bangunan khusus untuk dapur ini disebut Jongke atau Bola Dapureng. 
 
Jongke ini merupakan tempat pelaksanaan kegiatan penyediaan makanan dan minuman keluarga atau tamu, serta tempat untuk menyimpan makanan dan peralatan masak.
Dapur orang Bugis-Makasar [sesuai dengan pengetahuan lokal para nenek moyang mereka] diusahakan menghadap Utara atau Selatan. Jika dapur menghadap utara maka orang yang memasak akan menghadap ke Selatan, begitu pula sebaliknya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari asap dapur yang sangat dipengaruhi oleh angin musim yang bertiup dari arah barat atau timur. Hal ini masih dipengaruhi lagi oleh letak dan posisi dapur terhadap keadaan lingkungan sekitarnya, seperti daerah perbukitan/ pegunungan. Hal lain yang kurang diperhatikan adalah sistem ventilasi dapur, sehingga kondisi udara di dapur tidak sehat.
 
 
 
Fungsi dan Pandangan terhadap Dapur
Fungsi dapur juga mengalami perkembangan mengikuti budaya dan masyarakat. Fungsi dapur sekarang dapat disebutkan sebagai berikut :
  1. Tempat untuk kegiatan penyediaan dan pengolahan makanan dan minuman untuk keluarga dan tamu. Disini perempuan memegang otoritas penuh atas ruang dan waktu.
  2. Tempat menyimpan peralatan dan persediaan makanan dan minuman.
  3. Tempat cuci dan pembuangan
  4. Tempat untuk sosialisasi awal bagi anak perempuan memasuki dunia perempuan serta mempererat hubungan kekerabatan dengan anggota keluarga lain atau tetangga
  5. Tempat usaha : membuat kue, makanan dan minuman.
 
Sejalan dengan fungsi-fungsi dapur tersebut, tumbuh nilai-nilai atau norma yang harus dipatuhi oleh anggota masyarakat setempat. Misalnya, untuk menerima tamu (bukan famili), tidak melewati batas ruang tamu, apalagi masuk ruang dapur. Karena dapur merupakan rahasia keluarga / kehidupan rumah tangga, sehingga ruang dapur dibatasi hanya untuk kerabat dekat saja. Pemanfaatan dapur sebagai salah satu bagian rumah juga membawa nilai - nilai atau norma - norma yang harus ditaati. Oleh karena itu ada beberapa perilaku yang tidak boleh dilanggar karena dapat membawa bencana bagi siapa saja yang melanggarnya.
 
Beberapa pantangan tersebut adalah :
  1. Tidak boleh menginjak dapur (tungku), barang siapa menginjak tungku dia akan bersifat seperti kucing (dalam masalah seksual), artinya, orang yang suka menginjak dapur akan suka melanggar norma / nilai di bidang seks.
  2. Anak gadis tidak boleh menyanyi di depan dapur. Jika dilanggar dia akan bersuamikan orang tua atau mempunyai anak tiri.
  3. Pada saat seorang nelayan turun ke laut, api dapur tidak boleh padam. Hal ini dimaksudkan agar nelayan/suami tersebut selamat pergi dan pulang dari melaut.
  4. Pada musim pengolahan tanah, istri petani tidak boleh memberi api dapurnya kepada dapur tetangganya. Hal ini dilarang karena akan mengakibatkan padinya habis dimakan ulat / tikus.
  5. Laki - laki tidak boleh bekerja di dapur karena menurunkan derajat laki-laki.
  6. Laki - laki (suami) tidak boleh memegang Alat - alat masak. Hal ini menandakan suami tidak percaya kepada istrinya.
  7. Tidak boleh memukul anak-anak dengan alat-alat masak seperti sendok dan sebagainya, hal ini menyebabkan anak tersebut menjadi bodoh.
 
 
Sumber:
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=234556916642189&id=174778575953357

DISKUSI


TERBARU


Otek-otekan Gan...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Alat Musik

Deskripsi Otek-otekan Gangsa Gong Kebyar merupakan alat musik tradisional, khususnya alat musik tradisional Bali. Video pembelajaran mengenai alat m...

Dramatari Wayan...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Dramatari Wayang Wong merupakan warisan terpenting dari zaman Bali klasik. Kesenian ini adalah jenis tari yang telah memiliki norma-norma...

Tari Muli Beguk...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Muli Begukhau adalah tarian yang menceritakan para gadis Lampung yang bergembira sedang bersenda-gurau. Kata "Muli" berarti p...

Baris Jangkang

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Baris Jangkang merupakan tarian yang berasal dari Desa Pelilit, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Tarian ini diciptakan ole...

Talo Balak

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Talo Balak adalah komposisi suara dari keseluruhan rangkaian alat musik dalam skala besar. Masyarakat Saibatin di daerah Skalabrak membeda...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...