×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual

Provinsi

Jawa Tengah

Asal Daerah

Semarang

Dugderan

Tanggal 17 Jul 2012 oleh tresna purnama dewi.

Budaya Jawa, China, dan Arab bertemu pada acara "Dugderan"½ Semarang, pawai yang menandai tepat satu hari sebelum Ramadhan, Minggu.

Perpaduan tiga budaya tersebut terlihat dari sejumlah tarian dan busana dari para peserta pawai Dugderan yang dimulai dari Halaman Balai Kota Semarang Jalan Pemuda, Semarang.

Acara pawai yang menyedot minat masyarakat itu, tidak hanya dimeriahkan tarian khas Kota Semarang, tetapi juga adanya aksi barongsai, rombongan sepeda "onthel"½, dan drumband dari Akpol setempat, kereta kencana yang dikendarai Wali Kota Semarang, prajurit berkuda, 80 warak ngendok, dan 80 bendi yang dikendarai para camat dan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Sepanjang jalan dari kawasan Balai Kota Semarang Jalan Pemuda menuju tempat tujuan pertama pawai Masjid Kauman, sekitar Pasar Johar, dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan pawai dari dekat. Pawai tidak hanya berhenti di Masjid Kauman, tetapi juga diteruskan ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

"Kami ingin Dugderan ini menjadi tradisi, karena Dugderan memiliki nilai kebersamaan yakni umat Islam dengan umat yang lain,"½ kata Wali Kota Semarang, Soemarmo.

Ia mengatakan Dugderan yang digelar setiap tahun ini telah menjadi ikon wisata Kota Semarang yang diharapkan dapat menyedot wisatawan domestik dan mancanegara.

"Untuk kereta kencana pada Dugderan tahun lalu berasal dari Yogyakarta, untuk tahun ini berasal dari Surakarta. Jumlah warak ngendok dan bendi tahun ini juga lebih banyak,"½ kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Kasturi.

Pawai Dugderan, merupakan puncak acara menyambut datangnya bulan Puasa, karena 10 hari sebelumnya juga sudah ada pasar malam Dugderan yang terbagi di dua titik yakni di sekitar Masjid Kauman dan MAJT Jateng.

Bagi masyarakat setempat, pawai Dugderan merupakan acara yang ditunggu-tunggu. Bagi Samini (65) dan Yatmi (55), warga Batan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah ini misalnya yang setiap tahun selalu melihat pawai Dugderan

DISKUSI


TERBARU


Wayang Sasak

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Seni Pertunjukan

Pengantar Seni wayang di Indonesia telah lama dianggap sebagai pertunjukan yang sangat spiritual dan budaya, melampaui nilai seninya menjadi medium...

Tari Keris

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Keris adalah pertunjukan yang difilmkan di Bali pada tahun 1937 dan dirilis pada tahun 1952. Dokumenter singkat ini merekam pertunjuk...

Rangkiang

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rangkiang adalah bangunan yang digunakan untuk menyimpan padi. Nama lainnya adalah Lumbuang atau Kapuak. Ada berbagai jenis rangkiang yang...

Lema

Oleh Kyas1 | 01 Aug 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Lema adalah makanan khas suku Rejang di Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang disajikan sebagai pendamping nasi. Meskipun memiliki bau ya...

Milu Siram

Oleh Kyas1 | 01 Aug 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Milu Siram adalah hidangan khas Gorontalo yang menggunakan jagung sebagai bahan dasar. Makanan ini terkenal dengan kombinasi tiga rasa: as...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...