×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Kain Tradisional

Elemen Budaya

Motif Kain

Provinsi

Maluku Utara

Kain Batik Ternate

Tanggal 15 May 2018 oleh Arum Tunjung.

Batik sudah menjadi sebuah identitas nasional yang dimiliki oleh Indonesia. Sebuah kain dengan motif yang menarik dan penuh nilai-nilai dari satu etnis tertentu. Kini batik tidak hanya dimiliki oleh suku-suku di Jawa saja, namun seiring berkembangnya teknologi tekstil kini hampir setiap wilayah di Indonesia memiliki batik dengan ciri khasnya masing-masing. Salah satu yang baru saja berkembang adalah batik dari kawasan timur Indonesia, yaitu Ternate, Maluku Utara.

Batik di Ternate memang masih sangat muda, baru saja dikembangkan oleh seorang etrepeneur muda bernama Bapak Lani sejak tahun 2010. Walaupun masih sangat baru dikenal di Ternate, namun Batik Ternate mempunyai potensi besar untuk terus dikembangkan dan menjadi ciri khas tersendiri sebagai bagian dari kesenian asli Ternate. Tidak hanya batik yang meniru, tetapi batik Ternate sudah memiliki nilai otentik yang hanya dimiliki oleh hasil seni tekstil ini saja.

Berawal dari ide Bapak Lani yang ingin membuat sebuah karya seni yang dapat dijual dan menjadi ciri khas Ternate, batik Ternate pun mulai dirancang. Tidak hanya sekedar ide, Bapak Lani juga berangkat ke tanah Jawa untuk mempelajari berbagai tekhnik membatik yang nantinya akan diterapkan pada ide batik Ternate miliknya. Setelah beberapa bulan mempelajari secara khusus tentang pembuatan batik, dengan modal seadanya Bapak Lani pun memberanikan diri memulai karyanya. Menurutnya, teknik membatik yang paling cocok diterapkan di kain Batik Ternate adalah dengan cara mengecap. Alasan cara ini dipilih adalah karena masih minimnya seniman batik apabila ingin menggunakan cara dilukis. Selain itu, keterbatasan sumberdaya peralatan pun menjadi masalah yang harus diatasi.

Usaha batik ini pun akhirnya dimulai. Motif yang dipilih adalah berbagai motif yang mencirikan Ternate seperti senjata khas Ternate, pohon kelapa, cengkeh pala, bahkan motif Kepulauan Maluku Utara. Semua motif ini dibuat dalam cetakan kayu yang dipesan langsung dari Jawa. Akhirnya, Batik Ternate yang diberi nama Batik Tubo ini pun siap untuk produksi dan dijual ke khalayak umum.

Untuk membuat sebuah kain batik diperlukan waktu sekitar 1 hari penuh hingga siap jual. Pertama kain polos yang sudah dipotong sesuai ukuran dibentangkan dan siap untuk proses pewarnaan serta pengecapan. Setelah kain tersebut selesai diberi motif, kain harus direndam dalam air khusus untuk menjaga warnanya tetap cerah. Setelah itu, bila masih ada motif yang ditambahkan, kain akan kembali ke tahap pertama lagi. Selanjutnya, kain akan diberi semacam lilin yang akan menjaga warna dan kain tetap awet walaupun disimpan bertahun-tahun. Tahap terakhir adalah pengemasan dan kain pun siap dijual dengan kisaran harga antara 60.000-200.000 rupiah tergantung jenis kain dan besarannya.

Batik Ternate adalah karya seni yang masih baru dimiliki oleh Ternate. Memang pada saat ini, baru Bapak Lani saja yang mengembangkannya, namun Bapak Lani tidak mau memonopoli karya seni ini sendiri. Ia terus mengembangkan kerajinan seni ini untuk diajarkan kepada para pengusaha batik lain yang memiliki visi sama seperti Bapak Lani, yaitu menjadikan Ternate lebih dikenal lagi di dalam negeri maupun mancanegara melalui industri kain batik khasnya. [Phosphone/IndonesiaKaya]

Sumber: https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/batik-ternate-potensi-dalam-kerajinan-seni-berkualitas

DISKUSI


TERBARU


Lagu Selayang P...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Lagu Tradisional

Lagu Melayu yang bertajuk Selayang Pandang sangat tersohor tidak hanya di Indonesia namun di Malaysia dan Singapura merupakan ciptaan komposer tanah...

Hidangan Ketupa...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Ketupat

Selain bahan bakunya yang unik, Ketupat Kopau khususnya di Desa Okura juga dihidangkan dengan makanan pendamping yang unik pula. Ketupat dimakan deng...

Anyaman Ketupat...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Anyaman Ketupat

Berbeda dari ketupat pada umumnya yang menggunakan daun kelapa, masyarakat Melayu Riau memiliki kearifan lokal unik berupa tradisi menganyam ketupat...

Tari Vaganza

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Tari Vaganza

Tari Vaganza adalah sebuah pertunjukan tarian selamat datang yang berasal dari Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kata 'Vaganza' bermaksud pertunjukan be...

Situs Payak

Oleh Kyas1 | 20 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Situs Payak adalah salah satu lokasi wisata sejarah blusukan di Jogja yang belum banyak dikenal. Bentuknya menyerupai candi pendek dengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...