|
|
|
|
|
|
Kertas Kulit Alim #DaftarSB19 Tanggal 13 Feb 2019 oleh Septia_hermawati . |
Kulit kayu alim (Aquilaria) adalah bahan utama yang digunakan untuk membuat laklas, alas tulis dalam naskah Batak. Kulit kayu alim yang dipakai bukanlah kulit luar yang sudah kering dan mati, melainkan lapisan dalam yang tidak keras. Proses produksinya memerlukan keahlian khusus yang tidak dimiliki sembarangan orang.
Pertama-tama kayu dipanen dan dikeringkan, kemudian dipilih ukurannya yang cocok untuk keperluan menulis. Kemudian setelah kulit kayu dikelupas, kulit luar yang kering dipisah dari kulit dalamnya. Kupasan kulit kayu tersebut bisa mencapai 15 meter dan lebar 60 cm. Kulit kayu alim tidak ditempa seperti daluwang. Jika ukuran panjang lembaran tidak sesuai yang diinginkan, maka lembaran ditempelkan. Kemudian, kedua ujungnya dipotong lurus dan permukaannya diratakan menggunakan pisau. Berikutnya dihaluskan menggunakan dedaunan. Daun yang digunakan biasanya jenis Ficus Ampelas burm. Tahap yang paling sulit dalam memproses kulit kayu alim adalah saat melipat, sebagaimana yang tampak pada naskah-naskah.
Ciri lipatan kertas serupa akordeon inilah yang paling mencolok dalam naskah Batak. Lipatannya lalu ditokok-tokok menggunakan martil kayu agar terlihat rapi, kemudian kedua belah sisi dipotong menggunakan pisau sehingga lurus. Laklak yang sudah dilipat ini diolesi tepung beras dan air kulit kayu supaya menjadi licin dan mengikat tinta, sehingga mudah ditulisi.
Setelah kering, pustaha (buku atau surat dalam budaya Batak) digarisi sesusai dengan jumlah barus yang ingin ditulis. Garis yang sangat tipis dan terlihat samar ini dibuat untuk memudahkan dan merapikan. Untuk membuat garis ini digunakan penggaris (balobas) yang terbuat dari sebatang bambu, sedangkan untuk menggarisinya digunakan pisau bambu (panggorit).
Laklak ditulisi dari bawah ke atas pada naskah yang diletakkan secara horizontal. Alat tulis ini kemudian ditulisi menggunakan lidi enau yang disebut tarugi.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |