×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Makanan

Elemen Budaya

Makanan Minuman

Kue Saren - Jambi - Jambi

Tanggal 24 Feb 2018 oleh Naufalrasyid .

Kue Saren merupakan salah satu jenis kue tradisional yang saat ini keberadaannya hampir dilupakan oleh masyarakat Jambi, padahal kue ini merupakan kue khas Jambi. Pada masa lalu kue ini sering dibuat oleh masyarakat yang tinggal di daerah Jambi Kota Seberang.

Sekarang ini hanya tersisa beberapa orang saja yang mengetahui cara pembuatan kue saren. Keunikan kue ini terletak pada cita rasa, aroma, dan warnanya. Cita rasa kue ini merupakan perpaduan antara rasa manis, gurih, dan pedas merica. Aroma yang menonjol dari kue ini adalah aroma jeruk purut dan pandan. Hal yang sangat menarik dari kue ini adalah warnanya yang hitam. Pewarna yang dipakai untuk menghitamkan kue ini sangat alami, yakni berupa abu dari batang jeruk purut yang dibakar.

Proses pembuatan kue ini diawali dengan mempersiapkan terlebih dahulu abu batang jeruk purut yang kemudian dicairkan dengan sedikit air, lalu disaring dengan kain sifon sehingga menjadi semacam pasta berwarna hitam. Setelah itu, proses pembuatan adonan dan memasaknya dapat dimulai. Bahan-bahan adonan kue, terdiri atas, tepung beras, tepung hunkwee, gula merah, gula putih, perasan air daun jeruk dan pandan, merica halus, serta sedikit minyak goreng.

Tepung beras, tepung hunkwee, gula merah dan gula putih dicampur, lalu diaduk dengan air, setelah itu dimasak dengan api yang tidak terlalu besar. Selama memasak, adonan harus terus diaduk supaya tidak menggumpal. Sambil memasak, tuangkan ke dalam adonan perasan air daun jeruk dan pandan, merica halus, minyak goreng, dan pasta abu batang jeruk.

Setelah masak, adonan dituangkan kedalam cetakan, lalu didinginkan. Untuk menyajikannya, adonan dikeluarkan dari cetakan, lalu disiram dengan saus santan yang telah dimasak sampai kental dan mengeluarkan minyak. Pada masa lalu, masayarakat Jambi Seberang Kota sering menyajikan kue ini pada hari-hari istimewa, misalnya pada bulan Ramadhan.

Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=1835

DISKUSI


TERBARU


Motif Batik Aka...

Oleh Kyas1 | 05 Oct 2026.
Motif Kain

Deskripsi Motif Batik Akar Kekait adalah salah satu motif batik khas daerah dari Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Motif ini berperan penting seba...

Menthiet

Oleh Kyas1 | 05 Oct 2026.
Tarian

Deskripsi Menthiet adalah salah satu kesenian tari rakyat tradisional yang berasal dari daerah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kesenian ini memiliki...

Kampung Adat Ku...

Oleh Kyas1 | 05 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Kampung Adat Kuta adalah sebuah kampung yang terletak di lembah di Kabupaten Ciamis, dikelilingi oleh bukit-tebing curam hingga sekitar 75...

Ngrowhod

Oleh Kyas1 | 05 Oct 2026.
Ritual

Deskripsi Setiap bangsa memiliki budaya yang berbeda-beda. Manusia dan budaya merupakan dua hal yang saling berkaitan. Budaya merupakan hasil pemiki...

Endhog-endhogan

Oleh Kyas1 | 05 Oct 2026.
Ritual

Deskripsi Endhog-endhogan adalah perayaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W yang meriah di Banyuwangi, khususnya di Desa Kalirejo. Tradisi ini melibatkan a...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...