×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

permainan

Elemen Budaya

Permainan Tradisional

Provinsi

Sumatera Utara

Asal Daerah

batak toba

Marjalengkat

Tanggal 14 May 2018 oleh Andreasmalango .

                                                                            MARJALENGKAT
Marjalengkat merupakan salah satu bentuk kegiatan olah raga tradisional yang dapat dijumpai diberbagai daerah  Indonesia dengan nama berbeda. Seperti di Bengkulu disebut ingkau yang berarti sepatu bambu. Sumatera Barat dinamakan tengkak- tengkak. Lampung disebut egrang yang berarti
terompah pancung terbuat dari pohon bambu bulat panjang dan di Jawa Tengah dikatakan jangkungan/egrang  yang diambil dari nama burung berkaki panjang.

Olah raga marjalengkat ini sering dilakukan pada waktu tempo dulu sebagai ajang adu ketangkasan yang berdaya guna untuk meningkatkan kemampuan berlari dengan memakai alat bantu dua tongkat. Biasanya tongkat tersebut terbuat dari batang pohon bambu. Dan jenis olah raga ini dilakukan pada siang hari. Keseimbangan tubuh sangat diperlukan. Sebab pada marjalengkat ini kedua
kaki tidak boleh menginjak tanah. Bagian tubuh hanya dipikul alat bantu dua buah  tongkat dan harus bisa berlari melintasi badan jalan dan bahkan sering dilakukan melintasi sungai.

Pada akhir- akhir ini marjalengkat sudah mulai diperlombakan pada even - even budaya yang diperankan kaula remaja pria maupun wanita. Dilaksanakan di lapangan terbuka. Tempatnya diupayakan pada tanah datar dan luas.  Ukuran lapangan minimum sepanjang 50 meter dan lebar 10 meter yang dibagi 5 garis lintasan, masing-masing 2 meter. Sedang pesertanya dibagi perkelompok, masing- masing 5 orang yang disesuaikan dengan jumlah lintasan. Sedang alat marjalengkat dipakai dari bambo sepanjang 2,5 meter. Pada ukuran sekitar 50 centimeter dari bawah dibuat tempat berpijak kaki. Setiap pemain marjalengkat yang memakai kedua bambu sebagai penyanggah badan harus sengaja membuat ukuran sepanjang 2, 5 meter supaya tongkat yang dipakai lebih panjang atau melebihi tinggi kepala. Sebab jika bambu sebagai alat marjalengkat lebih pendek dari ukuran tinggi dari bagian kepala, dikhawatirkan dapat mencederai pemain bila terjatuh. Bisa menusuk dan melukai bagian tubuh yang lemah. Sedangkan dalam pelaksanaan perlombaan para pemain lomba harus siap mendengarkan aba- aba dari wasit lomba ketika akan dimulai dengan posisi kedua tangan memegang alat pijakan dan satu kaki (kiri atau kanan) berada di atas tempat berpijak. Aba- aba “ya” sudah siap untuk lari. Karena penilaian berdasarkan kecepatan waktu sampai menyentuh garis finis.

Sewaktu pertandingan berlangsung wasit lomba akan dibantu 2 orang hakim garis yang aktif mengawasi dan mengikuti setiap peserta lomba dari samping kanan dan kiri di luar zona lintasan marjalengkat. Para pemain marjalengkat dinyatakan gugur apabila menginjak garis lintasan atau kaki terjatuh menyentuh lantai lintasan dan jika mengganggu pemain lainnya sewaktu perlombaan dilakukan serta melawan hakim pengawas lintasan.
sumber:https://web.facebook.com/notes/sahala-djona-pasaribu-gorat/permainan-tradisional-suku-batak/500132653426717/?_rdc=1&_rdr

DISKUSI


TERBARU


Tari Lawet

Oleh Kyas1 | 02 Oct 2026.
Tarian

Asal Usul dan Makna Tari Lawet Nama "Lawet" berasal dari sebutan burung walet yang banyak terdapat di daerah Kebumen, terutama di kawasan pe...

Otek-otekan Gan...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Alat Musik

Deskripsi Otek-otekan Gangsa Gong Kebyar merupakan alat musik tradisional, khususnya alat musik tradisional Bali. Video pembelajaran mengenai alat m...

Dramatari Wayan...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Dramatari Wayang Wong merupakan warisan terpenting dari zaman Bali klasik. Kesenian ini adalah jenis tari yang telah memiliki norma-norma...

Tari Muli Beguk...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Muli Begukhau adalah tarian yang menceritakan para gadis Lampung yang bergembira sedang bersenda-gurau. Kata "Muli" berarti p...

Baris Jangkang

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Baris Jangkang merupakan tarian yang berasal dari Desa Pelilit, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Tarian ini diciptakan ole...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...