×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual Adat

Pemakaian Saput Poleng Pada Pohon di Bali

Tanggal 25 Dec 2018 oleh Aze .

Pemakaian saput poleng pada pohon-pohon besar di Bali merupakan bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup yang dilakukan masyarakat Bali. Demikian terungkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Ideologi Pelestarian Lingkungan Hidup Dibalik Pemakaian Saput Poleng Pada Pohon Besar di Bali” yang ditulis oleh I Ketut Suda dari Fakultas Ilmu Agama, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar yang dipublikasikan dalam Jurnal Bumi Lestari, Volume 10, Nomor 2 Tahun 2010.

Ketut Suda menuliskan upaya masyarakat Bali melilitkan saput poleng pada pohon besar bukan sekedar perbuatan iseng yang terjebak pada utopia, melainkan memiliki latar belakang ideologis.

Artinya dibalik budaya melilitkan saput poleng pada pohon besar yang merupakan bagian dari sistem nilai masyarakat Bali mengandung pula nilai-nilai kearifan ekologis.

Ideologi yang terkandung disini yaitu konsep Tri Hita Karana. Harmonisasi hubungan antara manusia dengan Tuhannya yang diaktualisasikan dalam bentuk pemujaan yang disebut parahyangan.

Demikian pula dalam kehidupan sosial masyarakat Hindu Bali tidak dapat dilepaskan dari hubungan dengan manusia lainnya yang disebut dengan pawongan. Terakhir adalah harmonisasi hubungan antara manusia dengan lingkunganya yang disebut palemahan.

Berdasarkan konsepsi Tri Hita Karana maka upaya melilitkan saput poleng pada pohon besar yang dilakukan masyarakat Hindu di Bali secara filosofi mengandung cara pandang pengelolaan lingkungan dengan konsep antroposentris, biosentris dan ekosentris.

Konsep antroposentrisme berarti bahwa manusia dilihat sebagai pusat alam semesta. Manusia sebagai mahluk tertinggi di muka bumi ini, sedangkan alam semesta dianggap sebagai sarana pelengkap dan alat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Suda, sebenarnya masyarakat Hindu di Bali memiliki banyak nilai kearifan ekologis untuk pelestarian lingkungan. Hanya saja dalam proses sosialisasinya belum banyak yang dilakukan melalui berbagai diskursus yang dapat dipahami masyarakat secara ilmiah.

Pada kenyataanya banyak nilai kearifan lokal dan kearifan ekologis di Bali hanya dipahami masyarakat sebatas tradisi mule keto (memang begitu).

sumber: https://www.beritabali.com/read/2018/10/31/201810300020/Pemakaian-Saput-Poleng-Pada-Pohon-Besar-Sebagai-Bentuk-Pelestarian-Lingkungan-Hidup.html

DISKUSI


TERBARU


Cungkring Bogor

Oleh Kyas1 | 09 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Cungkring Bogor adalah makanan yang berisi kikil sapi, gorengan, dan lontong. Disajikan di atas daun pisang dan disiram dengan bumbu kacan...

Hikayat Prang S...

Oleh Kyas1 | 09 Sep 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Hikayat Prang Sabi adalah sebuah karya sastra berbentuk epos yang memiliki pengaruh besar dalam mengobarkan semangat perlawanan masyarakat...

Belogo

Oleh Kyas1 | 09 Sep 2026.
Permainan Tradisional

Deskripsi Belogo adalah salah satu permainan rakyat atau tradisional yang berasal dari Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Paser. Permainan ini...

Batik Kudus

Oleh Kyas1 | 09 Sep 2026.
Motif Kain

Deskripsi Batik Kudus adalah wastra yang kaya akan nilai budaya. Sumber: http://dennywirawan.com/ Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber t...

Tari Labako

Oleh Kyas1 | 09 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Labako merupakan salah satu koreografi yang diciptakan oleh Bagong Kussudiardja, berasal dari Jember, Jawa Timur. Tari ini diterima l...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...