|
|
|
|
|
|
|
Phinisi, peninggalan masa lampau yang masih diproduksi Tanggal 10 Apr 2015 oleh Sobatbudayamakassar . |
Bulukumba Panrita Lopi, slogan itu sangat tepat disematkan pada kota Bulukumba yang nota bene merupakan tempat pembuatan perahu phinisi. Hingga saat ini, Kabupaten Bulukumba masih dikenal sebagai produsen Perahu Phinisi, dimana para pengrajinnya tetap mempertahankan tradisi dalam pembuatan perahu tersebut, mereka mampu membuat perahu yang sangat kokoh dan megah hanya berdasarkan pada pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari nenek moyang mereka, tanpa menggunakan gambar atau kepustakaan tertulis. Tepatnya pada poros jalan antara kota bulukumba ke pantai Tanjung Bira, sekitar 23 kilometer dari Kota Bulukumba tim ekspeditor sobat budaya makassar menemui panrita lopi (pembuat perahu) phinisi yang ada dikabupaten bulukumba.
Menurut penuturan panritayya pada saat ditemui oleh ekspeditor sobat budaya makassar, pembuatan perahu phinisi yang ada yaitu sekitar 3 sampai dengan 6 bulan kadang-kadang lebih lama , tergantung dari kesiapan bahan dan musim. “kami membuat perahu itu biasanya sekitar tiga sampai enam bulan, tergantung kondisi. Disini juga kami produksi model besar dan kecil tergantung pesanan, ‘ungkapnya.
Kapal Pinisi memang adalah kapal yang istimewa, kapal yang dibuat oleh tangan-tangan ahli tanpa menggunakan bantuan peralatan modern. Seluruh bagian kapalnya terbuat dari kayu dan dirangkai tanpa menggunakan paku. Meskipun demikian, Kapal Pinisi telah membuktikan keistimewaannya dengan menaklukkan samudera-samudera dan menjelajah negara-negara di dunia. Menurut panritayya, walaupun terbuat dari kayu, kapal ini mampu bertahan dari terjangan ombak dan badai di lautan lepas. Kapal Pinisi adalah satu-satunya kapal kayu besar dari sejarah lampau yang masih diproduksi sampai sekarang dan kapal ini punya nilai mistis yang selalu menjaganya. “kami punya ritual tersendiri dalam pembuatan perahu ini, dan biasanya kalau ada kayu yang tidak bisa menyatu dengan kayu lainnya, kami menempelkan kain kafan selama satu hari satu malam dan keesokan harinya kayu itu sudah bisa menyatu, tambah panrita ini pada teman-teman sobat budaya makassar. (expeditor/ichal)
|
Hacked By Raxor...
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hacked By Raxor...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Hacked By Raxor...
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Hacked By Raxor...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |