×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tradisi Ziarah Makam

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Jawa Barat

Asal Daerah

Sumber Cirebon

Plangonan

Tanggal 05 Aug 2018 oleh OskmITB18_19818006_DindaVeronica .

 Plangonan merupakan suatu sebutan yang digunakan oleh seluruh masyarakat Cirebon yaitu mengunjungi tempat yang bernama Plangon yang berlokasi di Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber Cirebon. Plangonan memiliki arti 'tempat istirahat' atau 'tempat rekreasi'. Plangon sendiri merupakan tempat dimana sekelompok monyet hidup di hutan belantara dengan panorama alam yang indah. Lokasinya yang strategis dan tidak jauh dari pusat kota membuat tempat ini sering dikunjungi oleh masyarakat Cirebon. Plangon juga merupakan objek wisata sekaligus objek untuk ziarah karena di tempat tersebut juga terdapat makam pangeran sebuah kerajaan pada zaman dahulu. Puncak tradisi palngonan yaitu pada tanggal 2 Syawal. Biasanya, masyarakat Cirebon banyak mengunjungi lokasi tersebut ketika hari-hari besar Islam seperti Rajaban (Isra' Mi'raj), Idul Fitri, dan Idul Adha. 
 Menurut pandangan awam, kera-kera itu merupakan satwa biasa. Tapi, menurut kacamata paranormal, satwa berekor panjang ini sebagian terdiri dari siluman sebuah kerajaan di tempat tersebut yang tak kasat mata. Dari cerita turun-menurun, monyet-monyet ini berasal dari peliharaan Pangeran Kejaksan. Ketika Pangeran Kejaksan meninggal, kera-kera itu masih menetap di Kanoman Plangon, kemudian beranak pinak mencapai ribuan. Apabila mulai menginjakkan kaki di Plangon, langsung akan disambut para kera tersebut. Biasanya masyarakat Cirebon yang mengunjungi tempat tersebut mereka membawa oleh-oleh berupa kacang rebus dan dapat dengan mudah untuk bersahabat dengan kera-kera tersebut. Masyarakat Cirebon, Kuningan, Indramayu, dan Majalengka biasanya saling berbondong-bondong mengunjungi situs ini pada hari kedua lebaran. 
 Plangon sebagai tempat yang berbukit bukit dan terletak di antara jalan raya Sumber-Mandirancan, dengan kontur jalan yang menurun dan berkelok-kelok. Untuk menuju ke lokasi tertinggi di tempat wisata Plangon, ada beratus tangga yang terbuat dari semen. Di hutan Plangon, banyak sekali kawanan monyet, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi objek wisata yang berukuran luas sekitar 48 hektar tersebut.
Semakin menuju puncak, para pengunjung semakin banyak karena di puncak bukit terdapat dua makam yang dikeramatkan, makam ini ramai dikunjungi dan banyak pengunjung mendoakan kedua tokoh yang dimakamkan di puncak bukit Plangon. Kedua tokoh bernama Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan ini merupakan penyebar agama Islam di daerah Cirebon dan sekitarnya. Karena jasanya yang besar, kedua tokoh yang juga kerabat dari Sunan Gunung Jati ini begitu dihormati oleh para penduduk yang bermukim di sekitar Plangon. Inilah tradisi plangonan yang sudah menjadi budaya bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya untuk berziarah ke makam pangeran.

DISKUSI


TERBARU


Kawin Culik

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Kawin culik adalah tradisi pernikahan dalam adat Suku Sasak di Lombok yang melibatkan proses seorang laki-laki melarikan perempuan untuk d...

Kain Osap

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Motif Kain

Deskripsi Kain Osap adalah salah satu warisan tenun ikat tradisional masyarakat Sasak di Pulau Lombok yang memiliki nilai budaya, filosofis, dan spi...

Kerang Batik

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kerang Batik adalah jenis kerang bercangkang yang memiliki motif batik berwarna coklat kehijauan. Kerang ini diminati karena rasanya yang...

Kue Rasidah

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Rasidah merupakan salah satu kudapan khas Melayu Deli di Kota Medan. Kue ini memiliki tempat istimewa dalam budaya Melayu. Asal/Sejar...

Lontong Medan

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Perayaan Idulfitri di Medan terasa belum lengkap tanpa kehadiran lontong Medan. Hidangan khas ini hampir selalu tersaji di meja makan saat...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...