×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Prasasti Kuno

Elemen Budaya

Naskah Kuno dan Prasasti

Provinsi

Jawa Timur

Prasasti Mātaji

Tanggal 13 Jul 2018 oleh Arum Tunjung.

Prasasti Mātaji merupakan satu dari empat prasasti yang ditemukan di Desa Bangle, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Prasasti in situ ini sekarang masih berada di tempat penemuannya di areal hutan jati yang terletak di salah satu bukit yang oleh penduduk setempat disebut Gunung Sili.
 
Prasasti Mātaji berangka tahun 973 Çaka atau 1051 M dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno masa Airlangga dengan gaya penulisan berbeda berupa bentuk dasar persegi tegak, tidak condong ke arah kanan, serta pada beberapa aksara masih dijumpai kuncir yang dikenal pada masa Airlangga dan masih dipertahankan hingga masa Kediri.
 
Prasasti Mātaji termasuk ke dalam prasasti berbentuk stele dengan puncak lancip, seperti bentuk umum prasasti yang tersebar di Jawa Timur. Prasasti ini terbuat dari batu gamping dengan tinggi 130 cm, lebar atas 105 cm dan lebar bawah 92 cm, serta memiliki ketebalan 44 cm. Lebar puncaknya 67 cm dan ketinggian dari bahu hingga dasar 84 cm dengan lebar bahu 38 cm.
 
Sebagaimana umumnya prasasti batu, prasasti Mātaji hanya terdiri dari atas satu batu, berbeda dengan prasasti yang dibuat dari emas, perak, atau tembaga yang terdiri atas beberapa lempeng sehingga harus jelas jumlah dan urutan lempengnya.
Prasasti Mātaji dikeluarkan oleh seorang raja yang bergelar ÅšrÄ«Mahārajyetêndrakara WuryyawÄ«ryya
Parakramā Bhakta dan ÅšrÄ« Mahārajyetêndra Paladewa. Raja Jitêndra memberikan anugerah sÄ«ma gaňjaran kepada penduduk desa Mātaji dengan perantaraan (sopana) Sang Hadyan dan disaksikan oleh para Tandha Rakryan riÅ‹ Pakirakiran. Anugerah ini diberikan kepada penduduk Desa Mātaji karena mereka selalu menolong raja mengusir dan menumpas musuh-musuhnya hingga habis. Sayang sekali informasi mengenai unsur-unsur lain yang umumnya dijumpai dalam prasasti sÄ«ma tidak diketahui pada prasasti ini karena tulisan yang sudah aus.
 
Berdasarkan toponimi, desa Mātaji diduga merupakan desa yang terletak di daerah perbatasan Kerajaan Jenggala dan Panjalu, sehingga di desa ini sering terjadi peperangan antara kedua belah pihak. Prasasti Mātaji menyebutkan adanya peperangan yang sering terjadi di desa Mātaji yang secara topografis terletak di daerah pegunungan dan dataran perbukitan.
 
Panjalu merupakan pecahan kerajaan Airlangga setelah dibagi dua dengan Kerajaan Jenggala. Prasasti Mātaji merupakan prasasti pertama yang memuat informasi mengenai keberadaan Kerajaan Panjalu setelah peristiwa pembagian kerajaan oleh Airlangga. Prasasti ini juga menyebutkan berbagai informasi seperti unsur birokrasi kerajaan, nama raja beserta gelar lengkapnya, serta peristiwa yang kerap terjadi di Kerajaan Panjalu pada masa itu. ***
 
Kepustakaan:
Shalihah Sri Prabarani, 2009, Prasasti Mātaji: Sebuah Kajian Data Sejarah, dalam Skripsi Program Studi Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
 
Sumber: kekunaan.blogspot.com

DISKUSI


TERBARU


Kidung Lakbok

Oleh Henripurwanto | 01 May 2026.
Naskah Kuno

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini...

HUDON TANO (Per...

Oleh Hokker | 26 Apr 2026.
Alat Masak

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 193...

Benda Magis Mas...

Oleh Hokker | 26 Apr 2026.
Benda Magis Ilmu Putih

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dar...

ILMU TAMBA TUA

Oleh Hokker | 26 Apr 2026.
Ilmu Putih (Elmo Kuno Batak Toba)

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Translite...

Tulisan Tangan...

Oleh Hokker | 26 Apr 2026.
Aksara Batak Toba

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Aposte...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai penjaga rum...