|
|
|
|
|
|
Punden Makam Mbah Poncowati Tanggal 06 Aug 2018 oleh OSKM18_16018117_NATALIA DEVITA PURNAMA. |
Punden Makam Mbah Poncowati
Punden berupa makam yang dikenal dengan nama Punden Makam Mbah Poncowati terletak di tengah-tengah area persawahan di Desa Juwah, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Penduduk sekitar mengatakan bahwa makam Mbah Poncowati ini terletak di bawah batang pohon kamboja yang tumbuhnya melintang di atas makam, sehingga makam tersebut tertutupi pohon kamboja.
Mbah Poncowati ini dikenal sebagai saudara dari Mbah Poncotoyo yang pundennya ada di kramatan atau makam yang berada di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Menurut legenda penduduk setempat, pada jaman dahulu ada empat pendekar, yaitu Raden Poncotoyo, Raden Poncowati, Raden Poncolegowo, dan Raden Anengpati yang membuka hutan untuk dijadikan pemukiman atau desa. Namun keempat pendekar ini kemudian berpisah untuk membuka hutan di daerah yang lain.
Ketika terjadi peperangan yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830 dan akhirnya Sang Pangeran kalah akibat penghianatan Kolonial Belanda, akhirnya para prajuritnya bertebaran ke berbagai daerah demi keamanan dan keberlanjutan perjuangan mereka. Salah satu dari para prajurit Pangeran Diponegoro adalah Raden Poncoreno, putra seorang demang yang menjabat di wilayah Kadipaten Kediri. Raden Poncoreno menjelajahi daerah selatan Pulau Jawa lalu singgah di kediaman kakeknya, Raden Tumenggung Suratani II, yang merupakan seorang tumenggung di wilayah Kadipaten Tulungagung. Kakeknya memberi petunjuk untuk mencari wilayah tepi Sungai Konto di utara Gunung Kelud dan tinggal di sana. Raden Poncoreno akhirnya mengikuti petunjuk kakeknya dan melanjutkan perjalananya sampai di wilayah tepi Sungai Konto tepatnya di Taman Wisata Selorejo.
Beliau tinggal di sana hingga mendapatkan banyak kerabat dan anak. Raden Poncoreno mempunyai empat orang saudara, yaitu Raden Poncotoyo (Mbah Karsiman) tinggal di Desa Siman, Raden Anengpati (Mbah Jimat) tinggal di Desa Keling, Raden Poncolegowo (Mbah Macan Wulung) tinggal di Wonosalam, dan Raden Poncowati (Mbah Patih) tinggal di Desa Juwah.
#NirmalaPembangunBangsa
#OSKMITB2018
#BudayakanMengarsipBudaya
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |