×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Elemen Budaya

Pakaian Tradisional

Provinsi

Nusa Tenggara Barat

Rimpu mbojo

Tanggal 09 May 2018 oleh Fannya_anr .

SEJARAH SINGKAT RIMPU BIMA

Awal pertama kali munculnya Rimpu dibima seiring masuknya penyebaran islam pada hari kamis tanggal 5 juli 1640 M, atau bertepatan pada tanggal 15 Rabiúl Awal 1050 H. Rimpu Mbojo merupakan busana adat tradisional yang mengenangkan perkembangan adat harian yang telah mendasari munculnya perkembangan keagamaan setelah berkembangnya masa kesultanan sebagai indentitas wanita muslim Mbojo pada zaman dulu. Di mana masayarakat Mbojo pada waktu penyebaran ajaran islam, rimpu menjadikan suatu polararitas keagamaan mereka dalam rangka mengembangkan suku budaya.

Masuknya Rimpu dibima sangatlah kental setelah muncul peradaban dan penyebaran islam di disuatu wilayah Bima, Kabupaten Bermatoka Maja Labo Dahu. Di mana wanita Dana Mbojo mamakai Rimpu setelah datangnya pedagang islam ke Bima dengan mengedentikan pakain Arab. Arab yang dikenal sebagai Agama Islam yang patuh dianut. Konon, Rimpu menjadikan salah satu pra sejarah bima setelah munculnya ajaran islam oleh kedua datuk. Ke dua datuk ini,bernama Datuk Dibanda dan Datuk Ri Tiro. Selain Di Bima, kedua Datuk ini dikenal sebagai tokoh utama yang menyeber agama islam di Pulau Sulawesi.

Masyarakat Bima (mbojo), Rimpu menjadi salah satu struktur sejarah sosial pada saat itu. Ini menjadikan sebuah toleransi wanita mbojo maupun para lelaki untuk meningkatkan kebudayaan dan ajaran yang dianut oleh mereka saat itu.

MENGENANG RIMPU BIMA

Rimpu merupakan pakaian yang menutup aurat orang bima pada zaman dulu. Rimpu menjadikan salah bahan pemakian yang digunakan untuk menutup aurat oleh kaum wanita masyarakat Mbojo saat itu.Rimpu memilki banyak manfaat dan kegunaannya. Dimana kegunaan dan manfaat rimpu pada zaman dulu yaitu : 1. Dipakai saat acara resmi, 2. Dan bisa juga dipakai saat orang meninggal dunia dan lain-lain. Orang Mbojo, rimpu merupakan salah satu pakaian yang sangat memiliki nilai moral, sosial,kesopanan, dan keagamaan cukup kuat. Dan ini moyoritas masyarakat mbojo dalam mengembangka adat-adat istiadat dan tradisi budaya. Sehingga rimpu dulu, dikenal sebagai penguat keagamaan mereka pada peredaban zaman dulu ketika mulai masuknya penyebaran islam di Bima.

Dikalangan masyarakat Mbojo,rimpu dikenal dua macam yaitu rimpu cilik dan rimpu colo. Dimana rimpu cilik biasanya dipakai oleh kaum wanita muda maupun remaja. Sedangkan rimpu colo biasanya digunakan oleh kaum ibu-ibu yang sudah bersuami. Konon,kaum wanita mbojo dulu, rimpu harus dipakai ketika mereka keluar rumah. Jika tidak mereka telah melanggar hukum moral.ini diungkapkan langsung oleh Nur Farhaty Ghani dari forum perempuan (forpuan) Bima. Bukan itu saja,mereka telah melagar hukum keagaam dan adat istiadat. Akan tetapi, kaum wanita mbojo dulu tetap akan mengingat pada pelanggaran tersebut. Sebab keyakinan dan kepercayaan mereka telah menjadikan suatu kokohannya dalam mengebangkan dan menegakkan polaralitas keagamaannya.

Mbojo sangat dikenal banyak wanita pemakai rimpu,sebab rimpu memberikan suatu lambang dan polaritas sosial yang sangat tinggi. Dimana orang mbojo, ketika memakai rimpu tersebur terasa nyaman. Ini menjadika salah satu spritual quesien oleh kaum wanita mbojo dalam menghadapi erat perkembangan kondisi zaman. Dalam mewujudkan hal semacam ini, mbojo harus mendirikan kayakina yang kuat dalam memperetkan budaya dan adat istiadat mereka selanjutnya. Sungguh sangat menakjubkan jika masyarakat mbojo mepertahankan tradisi adat dan kebudayaan seperti ini. Sehingga mampu memperkokoh dan mempermudah untuk menciptakan kebudayaan dan adat istiadat yang penuh dengan keharmonisan.

DISKUSI


TERBARU


Otek-otekan Gan...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Alat Musik

Deskripsi Otek-otekan Gangsa Gong Kebyar merupakan alat musik tradisional, khususnya alat musik tradisional Bali. Video pembelajaran mengenai alat m...

Dramatari Wayan...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Dramatari Wayang Wong merupakan warisan terpenting dari zaman Bali klasik. Kesenian ini adalah jenis tari yang telah memiliki norma-norma...

Tari Muli Beguk...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Muli Begukhau adalah tarian yang menceritakan para gadis Lampung yang bergembira sedang bersenda-gurau. Kata "Muli" berarti p...

Baris Jangkang

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Baris Jangkang merupakan tarian yang berasal dari Desa Pelilit, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Tarian ini diciptakan ole...

Talo Balak

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Talo Balak adalah komposisi suara dari keseluruhan rangkaian alat musik dalam skala besar. Masyarakat Saibatin di daerah Skalabrak membeda...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...