×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Provinsi

Papua Barat

Asal Daerah

Papua Barat

Tari Perang

Tanggal 09 May 2018 oleh Lung .

Tari Perang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Papua Barat. Tarian ini melambangkan sebuah kepahlawanan dan kegagahan dari rakyat Papua. Tarian ini umumnya dibawakan oleh masyarakat pegunungan dan digelar ketika kepala suku memerintahkan untuk berperang, dikarenakan tarian ini mampu mengobarkan semangat dalam berperang. Papua adalah salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai jumlah keragaman adat, suku dan budaya yang paling banyak. Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan oleh tim bentukan kepala Dinas Kebudayaan dan Provinsi Papua dan setelah diseleksi dan ditetapkan melalui seminar yang melibatkan tokoh Agama, tokoh Perempuan, tokoh Adat, tokoh Pemuda dan tokoh Masyarakat yang mewakili 7 wilayah adat yaitu Wilayah Adat Mamta, Wilayah Adat Bomberai, Wilayah Adat Saireri, Wilayah Adat Domberai, Wilayah Adat La-Pago, Wilayah Adat Ha-Anim, Wilayah Adat Mi-Pago, ternyata sebanyak 248 suku. Penetapan jumlah 248 ini merupakan data informasi sementara dan terbaru. Dari keragaman jumlah inilah kita dapat membayangkan betapa kaya akan sumber penelitian bagi para budayawan, akademisi antropologi, seniman dll. Dalam dunia seni pertunjukan, perkembangan tari di Indonesia sangat berhubungan erat dengan perkembangan masyarakat. James R. Brandon di tahun 1967 membagi perkembangan pertunjukan di Asia Tenggara bisa dibagi menjadi 4 periode yaitu: Periode pra-sejarah, sekitar 2500SM sampai 100M. Periode masuknya kebudayaan India, 100 sampai 1000. Periode masuknya pengaruh Islam, 1300 sampai 1750. Periode masuknya negara barat, 1750 sampai akhir perang dunia ke-2. Jika dilihat dari segi antropologi budaya di Papua, dan juga analisis perkembangan seni tari di Asia Tenggara, Tari Perang dari Papua Barat ini mengarah pada karya seni pertunjukkan periode prasejarah. Masyarakat Papua, sampai saat ini tetap menjaga dan melestarikan tarian Perang ini sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang dan harga diri sebuah bangsa atau suku. Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan masyarakat dan keseniannya tidak merupakan sebuah perkembangan yang terputus satu sama lain, melainkan mereka saling berkesinambungan. Mereka percayai bahwa sejak dahulu nenek moyang masyarakat Papua selalu berharap budaya yang telah diwariskan kepada setiap generasi tidak luntur dan tidak tenggelam serta tidak terkubur oleh berbagai perkembangan zaman yang kian hari kian bertambah maju. Seperti halnya dengan budaya tarian-tarian yang telah mereka ciptakan dengan berbagai macam gelombang kesusahan, kesulitan, dan keresahan tidak secepat dilupakan oleh generasi berikutnya. Banyak tulisan atau catatan yang mengisahkan peperangan antar suku di Papua pada zaman pra-sejarah, seperti tari perang Velabhea, yaitu sebuah tarian yang mengisahkan perang suku di Sentani. Masyarakat Papua memakai tarian perang untuk memberi dorongan spiritual dalam menghadapi sebuah peperang. Namun dengan seiring perkembangan zaman dan peraturan pemerintah yang melarang keras tentang peperangan antar suku, tarian ini kemudian hanya menjadi tarian penyambut tamu undangan. Tarian perang Papua ini termasuk ke dalam tarian grup, atau bahkan dapat menjadi tarian kolosal. Karena tidak ada batasan dari jumlah penari. Seperti pada umumnya tarian di Papua, tarian perang ini juga diringi tifa dan alat musik lainnya, yang menjadi pembeda tarian ini dengan tarian papua lainnya adalah lantunan lagu-lagu perang pembangkit semangat. Dengan memakai busana tradisional, seperti rok yang terbuat dari akar, manik-manik penghias dada, dan daun-daun yang disisipkan pada bagian tubuh menjadi bukti kecintaan masyarakat Papua.

Sumber:

https://www.kamerabudaya.com/2016/11/tari-perang-tarian-tradisional-khas-papua-barat.html

DISKUSI


TERBARU


Otek-otekan Gan...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Alat Musik

Deskripsi Otek-otekan Gangsa Gong Kebyar merupakan alat musik tradisional, khususnya alat musik tradisional Bali. Video pembelajaran mengenai alat m...

Dramatari Wayan...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Dramatari Wayang Wong merupakan warisan terpenting dari zaman Bali klasik. Kesenian ini adalah jenis tari yang telah memiliki norma-norma...

Tari Muli Beguk...

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Muli Begukhau adalah tarian yang menceritakan para gadis Lampung yang bergembira sedang bersenda-gurau. Kata "Muli" berarti p...

Baris Jangkang

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Baris Jangkang merupakan tarian yang berasal dari Desa Pelilit, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Tarian ini diciptakan ole...

Talo Balak

Oleh Kyas1 | 30 Sep 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Talo Balak adalah komposisi suara dari keseluruhan rangkaian alat musik dalam skala besar. Masyarakat Saibatin di daerah Skalabrak membeda...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...