×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Nusa Tenggara Barat

Temang Dongan

Tanggal 11 Nov 2014 oleh Sriutanti .

Cerita ini mengisahkan tentang seorang gadis cantik bernama Sari di Desa Pungkit. Sehari-hari Sari menenun kain sarung, kebaya, selendang, dan tudung kepala di atas loteng. Kecantikan Sari kerap membuat banyak pemuda jatuh hati kepadanya namun tak pernah berhasil menarik perhatiannya. Sari juga memiliki teman bermain bernama Sena. Persahabatan mereka selalu seia sekata bagai saudara kandung. Sari juga memiliki sepupu laki-laki dari garis keturunan ayah, bernama Rambanging dan sepupu laki-laki dari garis keturunan ibu bernama Sampuang.

Suatu hari datanglah Dea Lebeh, utusan dari orang tua Rambanging di Sumbawa, untuk meminang Sari. Mereka diterima oleh Pak Umar, ayah Sari. Maksud dan tujuan kedatangan mereka disampaikan melalui pantun berbalas. Pada akhirnya lamaran dari orang tua Rambanging ditolak oleh keluarga Sari, demikian pula ketika keluarga Sampuang melamar Sari. Karena penolakan tersebut, timbul perpecahan diantara keluarga Rambangin dan Sampuang.

Untuk mendamaikan kedua belah pihak, maka Sari memutuskan untuk mengundang keluarga Rambanging dan Sampuang ke Temang Dongan pada hari Rabu di pagi hari. Sesampainya di Temang Dongan, Sari dan Sena saling tatap kemudian menangis sambil berpelunkan, menerjunkan diri ke jurang Temang Dongan. Mereka pun tewas dan tak lama kemudian jenazahnya ditemukan oleh keluarga Rambangin dan Sampuang, yang terpaksa kembali dengan berat hati dan menyesali pertengkaran di antara mereka.

Konon tubuh Sari dan Sena menjelma menjadi batu bertindih yang bentuknya menyerupai tubuh manusia, sedangkan rambut Sari menjelma menjadi tumbuhan pakis yang dapat dipakai sebagai obat penyubur rambut.

 

Pesan Budaya

Sari mengorbankan dirinya untuk mencegah terjadinya perpecahan di keluarga besar. Jiwa rela berkorbannya ini menjadi bukti persembahan dirinya demi sebuah kedamaian.

DISKUSI


TERBARU


Keris Jawa: Leb...

Oleh Kianasarayu | 21 May 2026.
Senjata Tradisional

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki ben...

Lontar Usada Ba...

Oleh Kianasarayu | 21 May 2026.
Lontar Usada Bali:

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategori...

Kedatuan Luwu:...

Oleh Kianasarayu | 21 May 2026.
Kedatuan Luwu: Salah

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedat...

Sekaten adalah...

Oleh Kianasarayu | 21 May 2026.
Upacara Adat

Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi, makna, dan nilai budaya Identitas Ritual Sekat...

Tenun NTT: Simb...

Oleh Kianasarayu | 20 May 2026.
Kerajinan Tekstil

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...