×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tradisi

Provinsi

Sumatera Selatan

Asal Daerah

Musi Banyuasin

Tradisi Pernikahan di Musi Banyuasin

Tanggal 08 Aug 2018 oleh adhaagary .

Secara umum tata cara pernikahan di kabupaten Musi banyuasin hampir sama dengan tata cara pernikahan melayu, karena secara turun temurun merupakan peninggalan dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang ada di Sumatera Selatan, dari pakaian, bentuk singgah sana maupun tata cara perkawinan.

Adapun tata cara perkawinan masyarakat di Bumi Serasan Sekate ini dibagi menjadi enam bagian yaitu :

  1. Madik

Dalam tradisi madik keluarga calon mempelai pria berkunjung ke rumah calon mempelai perempuan untuk berkenalan sekaligus melakukan observasi terhadap keadaan calon mempelai wanita dan keluarganya.

Penting juga untuk diketahui asal usul serta silsilah keluarga masing-masing dan apakah wanita yang dituju itu belum ada orang lain yang meminangnya. Beberapa “tenong” atau “songket” yang berbentuk bulat terbuat dari anyaman bambu, juga beberapa “tenong” berbentuk songket segi empat dibungkus dengan kain batik bersulam benang emas yang berisi bahan makanan, seperti : mentega, telur, gula diserahkan kepada calon mempelai wanita sebagai buah tangan yang bersifat tidak resmi.

  1. Menyenggung

Tradisi ini merupakan bentuk tanda keseriusan dari calon mempelai pria. Seperti halnya “madik”, dalam “menyenggung” calon mempelai pria juga mengutus kerabat dekat dan orang kepercayaannya untuk membicarakan kesepakatan dan mengatur tanggal kedatangan berikutnya untuk melamar. Buah tangan yang dibawa juga serupa dengan madik seperti “tenong” atau “songket” dan beberapa bahan makanan.

  1. Meminang/Melamar

Keluarga calon mempelai pria beserta orang-orang yang diutus dan kerabat dekat lainnya datang ke rumah keluarga calon mempelai wanita untuk meminang. Rombongan tersebut menjelaskan maksud dan tujuan untuk meminang dengan membawa buah tangan dan apabila lamaran sudah diterima maka barang-barang hantaran diserahkan kemudian dilanjutkan dengan memutus “rasan” atau menentukan hari dan tanggal pernikahan.

  1. Berasan dan Mutus

Bermusyawarah untuk menentukan dua keluarga menjadi satu keluarga besar kedua belah pihak keluarga memutuskan dan menetapkan kata sepakat tentang hari, tanggal dan tahun pernikahan. Pihak yang datang biasanya adalah keluarga dekat calon mempelai serta 9 orang wanita dengan membawa “tenong”.

Utusan yang diwakili juru bicaranya menyampaikan kata-kata indah kadang berupa pantun. Selanjutnya para utusan melakukan upacara pengikatan tali keluarga, yakni dengan mengambil tembakau setumpuk dari sasak gelungan (konde) dan dibagi-bagikan pada para utusan dan keluarga. Kedua belah pihak mengunyah sirih dengan tembakau yang artinya kedua keluarga tersebut telah saling mengikat diri untuk menjadi satu keluarga.

  1. Akad Nikah/Perkawinan

Seperti halnya akad nikah dan perkawinan pada umumnya, acara ini dihadiri oleh karib kerabat dan keluarga kedua mempelai. Mas kawin yang diserahkan biasanya berupa perhiasan atau barang lain sesuai dengan apa yang diminta oleh keluarga pihak wanita dan telah disetujui pihak pria. Pengantin pria dibawa masuk ke ruangan, lalu penghulu memimpin pelaksanaan akad nikah.

  1. Mengarak Pacar.

Acara ini merupakan simbol bahwa mempelai wanita menerima pribadi suami atas pengakuan dan kemudian ditimbang-timbang, seolah-olah mempelai wanita berkata : pada saat ini suamiku kusambut dan kuterima segala titah dan kewajibanku sebagai ratu rumah tangga yang baik. Arak-arakan rombongan keluarga mempelai pria tiba di rumah pengantin wanita.

Rombongan disambut oleh ibu mempelai wanita. Para sesepuh perempuan sudah siap dengan semangkok kecil beras tabur (beras tabur yang dicampur uang receh) untuk ditaburkan kepada pengantin laki-laki beserta rombongan.

Di dalam acara pernikahan biasanya ditampilkan tarian adat Musi Banyuasin yaitu Tari Setabik. Tari Setabik digolongkan kepada tari tradisional. Fungsi utama dari tari Setabik adalah untuk mengiringi upacaraadat penerimaan tamu, namun pada akhir-akhir ini telah banyak ditarikan dalam berbagai kegiatan pagelaran selaku seni pertunjukkan dan acara perkawinan.

Jumlah penari Setabik ada 10 orang terdiri dari :

  • 2 orang sebagai dayang
  • 4 orang penari pengiring
  • 2 orang pembawa tombak (pria)
  • 1 orang pembawa payung (pria)

Setabik berasal dari dari kata tabik (tabe, artinya menghormat, atau penghormatan). Kemudian nama tersebut beradaptasi dengan daerah setempat menjadi setabik. Dari asal kata itulah kemudian terbentuk sebuah tarian daerah yang bersifat penghormatan kepada tamu-tamu (Pemerintah dan pemuka adat) yang datang ke Musi Banyuasin. Salah satu ciri tari Setabik tersebut ada gerakan menghormat (tabik).

Sumber : https://ragapnian.wordpress.com/adat-istiadat-qito/budaya-wang-muba/

DISKUSI


TERBARU


Kyai Sengkelat

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Kyai Sengkelat adalah salah satu bilah keris peninggalan orang tua Sulistyo Wibowo di Desa Pulutan Kulon. Keris ini diyakini berasal dari...

Lontar Keris

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Fisik Lontar keris adalah lembaran lontar yang bertuliskan huruf Jawa kuno. Lembaran ini memiliki lubang tiga, yang merupakan ciri khasnya...

Warangka Keris

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Sarung keris atau warangka merupakan kerajinan yang dibuat dari berbagai jenis kayu. Kerajinan ini tidak hanya dikenal di Indonesia, tetap...

Lontar Keris Ku...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Fisik Lontar ini berupa lembaran-lembaran bertuliskan huruf Jawa kuno, dan ada juga yang bertuliskan huruf Arab. Lontar ini umumnya ditemu...

Warangka

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Warangka adalah sarung keris yang dibuat sebagai kerajinan tangan. Pembuatannya melibatkan bahan baku kayu dan telah dikenal luas hingga p...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...