×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual

Provinsi

Jawa Timur

Asal Daerah

Bojonegoro

Upacara Ruwatan

Tanggal 20 May 2018 oleh Vivielvani elvani.

Ruwatan, sebagai salah satu warisan upacara tradisional Jawa sampai sekarang masih terlestarikan. Terlestarikannya upacara ini oleh karena keberadaaannya memang dianggap masih bermanfaat bagi pelestarinya.
Lepas dari itu, menurut beberapa ahli Ruwatan semula berkembang di dalam suatu cerita Jawa kuno yang pada pokoknya memuat masalah penyucian. Penyucian ini menyangkut pembebasan para dewa yang terkena kutukan atau tidak suci (diturunkan derajatnya) menjadi binatang, raksasa, manusia, dan sebagainya. Ruwatan ini dilakukan untuk membebaskan dewa-dewa bernoda itu agar menjadi dewa kembali.
Ruwat juga sering diartikan sebagai upaya untuk mengatasi atau menghindarkan sesuatu kesulitan (batin) yang mungkin akan diterima seseorang di dalam mengarungi kehidupannya. Ruwatan biasanya selalu diikuti dengan pertunjukan wayang kulit yang mengambil lakon tertentu (misalnya Murwakala atau Sudamala). Munculnya Ruwatan juga disebabkan oleh adanya keyakinan bahwa manusia yang dianggap cacat keberadaannya (karena kelahirannya atau kesalahannya dalam berperilaku) perlu “ditempatkan” atau dikembalikan dalam tata kosmis yang benar agar perjalanan hidupnya menjadi lebih tenang, tenteram, sehat, sejahtera, dan bahagia. Orang yang dianggap cacad karena kelahiran dan juga karena kesalahannya dalam bertindak dalam masyarakat Jawa disebut sebagai wong sukerta. Dalam keyakinan Jawa wong sukerta ini kalau tidak diruwat akan menjadi mangsa Batara Kala.
Batara Kala adalah putra Batara Guru yang lahir karena nafsu yang tidak terkendalikan. Ceritanya, waktu itu Batara Guru dan Dewi Uma sedang bercengkerama dengan menaiki seekor lembu melintas di atas samudera. Tiba-tiba hasrat seksual Batara Guru timbul. Ia ingin menyetubuhi istrinya di atsa punggung Lembu Andini. Dewi Uma menolaknya. Akhirnya sperma Batara Guru pun terjatuh ke tengah samudera. Sperma ini kemudian menjelma menjadi raksasa yang dikenal bernama Batara Kala. Sperma yang jatuh tidak pada tempatnya ini dalam bahasa Jawa disebut sebagai kama salah kendhang gemulung. Jadi Batara Kala ini merupakan perwujudkan dari kama salah itu.
Dalam perkembangannya, Batara Kala minta makanan yang berwujud manusia kepada Batara Guru. Batara Guru mengijinkan asal yang dimakannya itu adalah manusia yang digolongkan dalam kategori wong sukerta. Wong sukerta atau orang-orang yang digolongkan sebagai wong sukerta ini ternyata memiliki beberapa versi pula. Salah satu versi menyatakan bawah golongan wong sukerta ada 19 jenis, ada pula sumber yang menyatakan bahwa jenis wong sukerta ada 60 macam, 147, 136, dan sebagainya.
Untuk melaksanakan Ruwatan ini orang yang menyelenggarakan biasanya akan melengkapi syarat-syarat yang diperlukan, di antaranya adalah sajen. Sajen untuk upacara Ruwatan secara garis besar terdiri atas: tuwuhan, ratus/kemenyan wangi, kain mori putih dengan panjang sekitar 3 meter, kain batik 5 (lima) helai), padi segedeng (4 ikat sebelah-menyebelah ujung gawang kelir), bermacam-macam nasi, bermacam-macam jenang, jajan pasar, benang lawe, berbagai unggas sepasang-sepasang, aneka rujak, sajen buangan, air tujuh sumber, aneka umbi-umbian, aneka peralatan pertukangan, aneka peralatan pertanian, dan sebagainya.

sumber: http://ruwatan-ruwatan.blogspot.co.id/

DISKUSI


TERBARU


Hubungi Custome...

Oleh CS Indodax | 27 Oct 2026.
Hubungi Customer Service Qlola BRI

Telepon: 0813-7725-018. atau WhatsApp: 0821-71-43778. Merupakan telepon resmi Call Center CS QLola by BRI.

Hubungi CS Qlol...

Oleh CS Indodax | 27 Oct 2026.
Qlola BRI

Telepon: 0813-7725-018. WhatsApp: 0821-71-43778. Merupakan nomor telepon resmi untuk layanan Call Center QLola BRI,

cara menghubung...

Oleh CS Indodax | 27 Oct 2026.
Qlola BRI

Telepon: 0813-7725-018. WhatsApp: 0821-71-43778. Merupakan nomor telepon resmi layanan Call Center QLola BRI,

Kue Bingka Nana...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue bingka adalah makanan khas masyarakat Banjar yang sangat populer. Menurut cerita, kue ini dibuat oleh Putri Junjung Buih untuk disajik...

Kue Cucur Manad...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Makanan Minuman

Bahan-bahan 200 gr tepung terigu 100 gr tepung beras 420 ml air 200 gr gula merah 2 sdm gula pasir 1/4 sdt garam 1 sdt kayu manis bubuk 1 le...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...