|
|
|
|
|
|
Candi Muara Takus Tanggal 24 Jul 2026 oleh Waskitarangga . Revisi 2 oleh Kyas1 pada 07 Aug 2026. |
Candi Muara Takus adalah kompleks candi Buddha yang menjadi bukti perkembangan agama Buddha di Riau. Candi ini terletak di desa Muara Takus, Kecamatan Tigabelas Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau, sekitar 128 Km dari Pekanbaru. Terdapat dua pendapat mengenai asal nama Muara Takus; pertama, diambil dari nama anak sungai kecil Takus yang bermuara ke Sungai Kampar Kanan. Kedua, "Muara" dan "Takus" memiliki arti "candi tua yang besar" berdasarkan bahasa Cina kuno (Ta = besar, Ku = tua, Se = candi/kuil). Arsitektur candi ini memiliki kemiripan dengan candi-candi di Myanmar. Meskipun sebagian berpendapat candi ini campuran Buddha dan Syiwa karena bentuk Candi Mahligai menyerupai lingga dan yoni.
Kompleks Candi Muara Takus terdiri atas beberapa bangunan utama dan satu area yang diduga sebagai tempat pembakaran jenazah.
Candi Muara Takus merupakan satu-satunya peninggalan sejarah berbentuk candi di Riau. Berada di Propinsi Riau, Indonesia.
Sumber: https://perpustakaan.tanahimpian.web.id/2012/12/candi-muara-takus-belum-diketahui-tahun.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Candi Muara Takus — Produk Arsitektur, Riau · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |