|
|
|
|
|
|
Asal Mula Ikan Patin Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Di Kampung Ulakpatian, hiduplah seorang nelayan tua bernama Ongak Robu yang tinggal sendiri di tepi Batang Rokan. Suatu hari, ia tidak mendapatkan ikan saat memancing. Dalam perjalanan pulang, ia mendengar tangisan bayi dan menemukan seorang bayi perempuan mungil di atas batu. Karena iba, ia membawa pulang bayi itu dan menamainya Gadih Satin. Ongak Robu membesarkan Gadih Satin dengan baik, membekalinya ilmu pengetahuan dan budi pekerti, serta mengajaknya mengail dan mencari kayu di hutan. Gadih Satin tumbuh menjadi gadis cantik, berbudi luhur, dan rajin, namun ia tidak pernah tertawa. Suatu hari, seorang pemuda kaya dan tampan jatuh hati pada Gadih Satin dan meminangnya. Gadih Satin menerima pinangan itu dengan syarat tidak pernah diminta untuk tertawa. Pemuda itu menyanggupi. Setahun setelah pernikahan, sang pemuda merasa tidak bahagia karena Gadih Satin belum pernah tertawa. Suatu sore, saat keluarga bercanda ria, sang suami mendesak Gadih Satin untuk ikut tertawa. Akhirnya Gadih Satin tertawa lama sekali, namun saat itu muncul insang ikan di mulutnya. Gadih Satin segera berlari ke sungai dan berubah menjadi ikan. Sebelum masuk sungai, Gadih Satin berpesan kepada suaminya untuk memelihara anak-anak mereka dengan baik. Sang suami, anak-anak, dan Ongak Robu sangat bersedih. Ongak Robu hampir setiap hari datang ke sungai memanggil "Oi… oi… satin… Di mano diang satin…! Indo tutahan rinduku ko…! Kulualah Gadih Satin…!". Lama-lama, sebutan "satin" menjadi "patin" di lidahnya. Ongak Robu meninggal dunia di tepi sungai tersebut. Masyarakat setempat menyebut pinggiran sungai tempat Ongak Robu mengulak dan memanggil anaknya si Gadih Satin dengan "ulak patin" (hilir patin). Lama kelamaan tempat tersebut menjadi Ulak Patian, salah satu kampung di Batang Rokan.
Cerita ini berasal dari Kampung Ulakpatian, Kepenuhan, Rokan Hulu, Riau, yang terletak di pinggir Batang Rokan. Penamaan kampung ini diambil dari legenda tersebut.
Sumber: https://folklor.kosabudaya.id/kampung/riau/rokan-hulu/kampung-ulakpatian-kepenuhan-rokan-hulu
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |