|
|
|
|
|
|
Ayam Bertelur Emas Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Di tepi hutan hiduplah seorang nenek tua miskin bernama Nenek Pulanti. Setiap hari ia mencari ranting kering di hutan untuk dijual dan hasilnya cukup untuk makan sehari-hari. Nenek Pulanti sangat mendambakan hidup berkecukupan. Suatu hari, ia bertemu Mualim Mustahaq yang mendengar kisahnya. Mualim Mustahaq menghibahkan seekor ayam betina kepada Nenek Pulanti, berpesan agar dirawat baik-baik karena akan bertelur sebulan kemudian, dan hanya satu kali sebulan. Nenek Pulanti merawat ayam itu dengan senang hati. Setelah sebulan, ayam itu bertelur, tetapi telurnya berwarna kuning emas dan terasa keras, bukan seperti telur biasa. Ia membawa telur emas itu kepada seorang saudagar penjual emas dan permata. Setelah diperiksa, saudagar itu membenarkan bahwa telur itu memang emas. Nenek Pulanti yang miskin ingin sekali merasakan makanan enak, rumah mewah, dan pakaian bagus, sehingga ia meminta saudagar untuk membeli telur emasnya. Saudagar itu pun membeli telur emas dengan harga yang pantas. Dengan uang hasil penjualan telur, Nenek Pulanti membeli makanan enak, pakaian bagus, perhiasan, dan memperbaiki rumahnya. Ia hidup dalam kemewahan selama sekitar 23 hari. Namun, setelah itu, ia kembali jatuh miskin. Ia menjual semua harta bendanya, termasuk rumahnya. Ia merenung mengapa ayamnya hanya bertelur sebulan sekali, membuatnya tidak bahagia. Karena ketamakannya, Nenek Pulanti berpikir jika ia memotong ayam itu, ia akan menemukan banyak telur emas di dalam perutnya dan menjadi kaya raya. Tanpa pikir panjang, ia memotong ayam itu dan membelah perutnya. Namun, ia tidak menemukan sebutir pun telur emas, karena ayam itu sama seperti ayam biasa lainnya. Nenek Pulanti sangat kecewa dan kembali menjadi lebih miskin dari sebelumnya, karena tidak ada yang mau menolongnya akibat keserakahan dan kesombongannya. Ia kembali mencari ranting kering di hutan untuk dijual demi makan. Beberapa waktu kemudian, Nenek Pulanti bertemu lagi dengan Mualim Mustahaq. Mualim Mustahaq terkejut melihat Nenek Pulanti masih hidup susah. Ia bertanya apa yang terjadi pada ayam pemberiannya. Dengan rasa malu, Nenek Pulanti mengaku bahwa ia telah memotong ayam itu karena ingin mendapatkan telur emas yang ada di dalamnya. Mualim Mustahaq pun menegur Nenek Pulanti, bahwa kesabarannya untuk menunggu sebutir telur emas setiap bulan akan membuatnya makmur, tetapi ketamakan dan rasa tidak tahu terima kasihnya telah menghancurkan dirinya. Ia tidak menjaga amanah yang telah dipercayakan kepadanya.
Sumber: https://www.kebudayaanbetawi.com/4133/hikayat-1000-dongeng-hikayat-raja-uswanda-part-6-ayam-bertelur-emas
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Help Indodax
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Nomor CS Indodax 082-17143778. Nomor resmi CS Indodax Prioritas: 082-17143778 . Sebagai informasi tambahan, CS Indodax beroperasi 24 jam.&n... |
|
Cara Menghubung...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Anda dapat menghubungi Call Center Indodax di nomor: 082-17143778 untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Palanggan dapat menghubungi Call Center... |
|
Layanan pelangg...
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Anda dapat menghubungi Call Center Indodax di nomor: 082-17143778 untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Call Center utama Indodax Layanan C... |
|
Call Center Ind...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Hubungi Call Center utama Indodax Prioritas: 082-17143778. Layanan Call Center utama Indodax Prioritas Call Center utama untuk Indod... |