|
|
|
|
|
|
Batik Nologaten Tanggal 10 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Kelompok Batik Nologaten adalah kelompok ibu-ibu di Dusun Nologaten, Desa Caturtunggal, Sleman, yang memproduksi batik. Kelompok ini didirikan pada 10 Maret 2017 dan beranggotakan 20 orang. Mereka memulai kegiatan membatik setelah mengikuti pelatihan selama 10 hari yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa setempat. Selain bertujuan melestarikan batik sebagai bagian dari keistimewaan Yogyakarta, kelompok ini juga berupaya meningkatkan pendapatan masyarakat dan mempererat kegiatan sosial.
Kelompok Batik Nologaten memproduksi batik kombinasi cap dan tulis, meskipun untuk batik tulis belum bisa membuat batik tulis murni (masih "ngeblad"). Mereka biasa membatik pada waktu senggang, yaitu hari Jumat hingga Minggu, karena pada hari kerja (Senin-Rabu) anggota kelompok umumnya memiliki pekerjaan formal. Namun, apabila ada pesanan, mereka akan bekerja setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Kelompok ini pernah menerima pesanan hingga 100 lembar kain batik dalam sebulan, yang untuk memenuhinya anggota bekerja ekstra dan memproduksi minimal 10 lembar kain batik setiap hari.
Dalam memproduksi batik, ibu-ibu anggota kelompok saling berbagi tugas. Ada yang bertugas mencanting, mencolet, mewarnai, dan nglorod (merebus kain untuk menghilangkan lilin).
Jenis pewarna yang digunakan meliputi warna sintetis dan warna alam. Pewarna sintetis yang digunakan antara lain naptol, remasol, dan indigosol. Sedangkan pewarna alam dibuat dari bahan seperti kayu secang, mahoni, jambal, dan indigo, yang didapat dari tanaman yang ditanam oleh KWT Jasmin.
Salah satu motif batik yang dibuat oleh Kelompok Batik Nologaten adalah motif parijotho, yang merupakan motif khas Kabupaten Sleman. Mereka berharap suatu saat nanti dapat menciptakan motif batik khas Nologaten.
Batik hasil karya Kelompok Batik Nologaten selama ini masih dipasarkan di lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, pengunjung dari luar Yogyakarta yang datang ke Nologaten juga sering membeli produk mereka. Batik dijual dengan harga yang relatif terjangkau, berkisar antara Rp 100.000,- hingga Rp 500.000,-, tergantung pada bahan, proses pencelupan warna, dan motif. Batik kombinasi dengan batik tulis dapat memiliki harga yang lebih tinggi.
Batik karya ibu-ibu Kelompok Batik Nologaten sudah pernah ditampilkan dalam beberapa acara yang diselenggarakan oleh kelurahan, kecamatan, maupun instansi, termasuk dalam acara kirab hari jadi Kelurahan Caturtunggal. Para anggota berharap agar Batik Nologaten bisa semakin dikenal masyarakat dan menerima lebih banyak pesanan.
Sumber: http://jogjatv.tv/kelompok-batik-nologaten
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |