×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Motif Kain

Elemen Budaya

Motif Kain

Provinsi

Jawa Tengah

Asal Daerah

Pekalongan

Batik Pekalongan

Tanggal 28 Jul 2026 oleh Kyas1 . Revisi 2 oleh Kyas1 pada 07 Aug 2026.

Sejarah Perkembangan Batik Pekalongan

Sejarah perkembangan batik Pekalongan dapat ditelusuri sejak abad ke-16, ketika pengaruh kerajaan Islam mulai berkembang di Jawa. Kerajinan batik, awalnya kesenian keraton, menyebar ke masyarakat pesisir utara Jawa, termasuk Pekalongan, diperkirakan sejak masa Demak, Pajang, dan Mataram Islam. Kesenian batik di Pekalongan, Tegal, Indramayu, hingga Tasikmalaya pada awalnya dipengaruhi oleh Keraton Cirebon. Secara khusus di Pekalongan, perkembangan motif batik juga dipengaruhi oleh kultur Cina dan Arab. Kampung Arab di Pekalongan bahkan telah menjadi sentra pengrajin batik sejak Abad ke-16. Pengaruh pendatang Cina terlihat dari penyerapan pola hiasan keramik Tiongkok, seperti bentuk burung, naga, dan kupu-kupu, ke dalam ragam motif batik Pekalongan. Batik Pekalongan juga dipengaruhi oleh corak Mataram Islam dari pedalaman Jawa, terutama setelah Perang Diponegoro (1825-1830) ketika banyak abdi dalem dan kerabat Keraton Yogyakarta bermigrasi ke berbagai daerah. Posisi Pekalongan sebagai kota bandar yang sibuk membuat perdagangan batik berkembang pesat, bahkan di era kolonial. Keragaman kultur menghasilkan variasi motif dan warna batik Pekalongan yang lebih dinamis dibanding batik Solo atau Yogyakarta. Kusnin Asa (2006:138) menyebutkan tiga kelompok etnis (Tionghoa, Arab, pribumi) yang menopang industri kerajinan batik Pekalongan, dan pertemuan budaya ketiganya membentuk ciri khas batik Pekalongan. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), muncul motif batik Jawa Hokokai yang mengadopsi ornamen susomoyo mirip ragam hias kimono. Perkembangan industri batik Pekalongan mengalami lompatan pesat pada dekade 1950-an, didorong oleh program Benteng Presiden Soekarno yang mendukung pengusaha nasional. Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI), yang saat itu memegang lisensi impor kain mori, turut memacu lahirnya koperasi pengrajin batik di Pekalongan seperti Koperasi Batik Setono (KBS) dan PPIP. Industri batik Pekalongan mencapai masa kejayaan hingga awal 1970-an. Meskipun teknik printing pada 1960-an sempat membuat banyak pengrajin batik tradisional gulung tikar, industri batik Pekalongan mampu bertahan dengan beradaptasi memproduksi batik sablon atau printing sejak akhir 1970-an, sambil tetap mempertahankan produksi batik tulis. Pada tahun 2005, tercatat masih ada sekitar 300 usaha batik aktif di Pekalongan, jumlah terbanyak di Indonesia untuk ukuran kota.

Macam-macam Motif Khas Batik Pekalongan

Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan beragam budaya telah membentuk dinamika motif dan corak batik di daerah tersebut, sehingga beberapa motif dikenal sebagai identitas khas batik Pekalongan.

  • Batik Jlamprang: Menggunakan ragam hias patola yang mendapat pengaruh kultur Arab dan India.
  • Batik Encim dan Klengenan: Dipengaruhi oleh kultur Cina.
  • Batik Belanda: Dikembangkan oleh pengusaha perempuan keturunan Belanda pada abad ke-19, bercirikan motif buketan (rangkaian bunga), motif dongeng (seperti kisah tudung merah dan cinderella), serta gambaran peristiwa penting seperti perang.
  • Batik Pagi-Sore: Dicirikan dengan penempatan dua warna berbeda pada satu kain yang sama, muncul saat persediaan kain minim dan bahan pewarna melimpah.
  • Batik Hokokai: Pengaruh Jepang, muncul pada kurun 1942-1945, mengadopsi ornamen susomoyo yang mirip ragam hias kimono.
  • Batik Merak Ngigel: Muncul di era pascakemerdekaan, menggambarkan merak menari.

Sumber: https://tirto.id/sejarah-perkembangan-batik-pekalongan-ragam-motif-khasnya-gAuj

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

Batik Pekalongan — Motif Kain, Pekalongan · source

DISKUSI


TERBARU


Lagu Selayang P...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Lagu Tradisional

Lagu Melayu yang bertajuk Selayang Pandang sangat tersohor tidak hanya di Indonesia namun di Malaysia dan Singapura merupakan ciptaan komposer tanah...

Hidangan Ketupa...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Ketupat

Selain bahan bakunya yang unik, Ketupat Kopau khususnya di Desa Okura juga dihidangkan dengan makanan pendamping yang unik pula. Ketupat dimakan deng...

Anyaman Ketupat...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Anyaman Ketupat

Berbeda dari ketupat pada umumnya yang menggunakan daun kelapa, masyarakat Melayu Riau memiliki kearifan lokal unik berupa tradisi menganyam ketupat...

Tari Vaganza

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Tari Vaganza

Tari Vaganza adalah sebuah pertunjukan tarian selamat datang yang berasal dari Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kata 'Vaganza' bermaksud pertunjukan be...

Situs Payak

Oleh Kyas1 | 20 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Situs Payak adalah salah satu lokasi wisata sejarah blusukan di Jogja yang belum banyak dikenal. Bentuknya menyerupai candi pendek dengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...