×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Motif Kain

Elemen Budaya

Motif Kain

Provinsi

Jawa Timur

Asal Daerah

Jawa Timur

Batik Pring Sedapur

Tanggal 28 Jul 2026 oleh Kyas1 .

Filosofi Motif Batik Pring Sedapur

Motif Pring Sedapur tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat dengan makna filosofis yang mendalam yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan masyarakat Jawa Timur.

  • Kebersamaan dan Kesatuan: Bambu tumbuh dalam rumpun yang erat, mencerminkan nilai kebersamaan dan kesatuan dalam masyarakat. Filosofi ini mengajarkan pentingnya persatuan dan gotong royong untuk mencapai tujuan bersama dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.
  • Ketahanan dan Keuletan: Bambu dikenal karena ketahanannya terhadap angin kencang dan cuaca buruk, serta kemampuannya untuk tumbuh kembali setelah ditebang. Ini melambangkan ketahanan, keuletan, dan kemampuan untuk bangkit kembali setelah menghadapi kesulitan. Bambu juga lentur dan fleksibel, yang berarti pentingnya beradaptasi dengan perubahan dan situasi yang sulit.
  • Kesederhanaan dan Keharmonisan dengan Alam: Kehidupan yang sederhana dan dekat dengan alam adalah inti dari motif Pring Sedapur. Ini mengingatkan pada pentingnya hidup selaras dengan alam, memanfaatkan sumber daya secara bijaksana, dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Asal Usul Motif Pring Sedapur

Motif Pring Sedapur banyak ditemukan di daerah-daerah penghasil batik di Jawa Timur, seperti Tulungagung, Ponorogo, dan Trenggalek. Bambu merupakan tumbuhan yang sangat akrab dengan kehidupan masyarakat Jawa, terutama di pedesaan. Bambu digunakan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari bahan bangunan, alat musik, peralatan rumah tangga, hingga upacara adat. Motif Pring Sedapur dalam batik Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, adalah simbol kebersamaan, ketahanan, dan kehidupan yang sederhana namun penuh makna.

Sumber: https://www.batikprabuseno.com/artikel/edukasi/filosofi-motif-batik-pring-sedapur-batik-khas-jawa-timur

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Lagu Selayang P...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Lagu Tradisional

Lagu Melayu yang bertajuk Selayang Pandang sangat tersohor tidak hanya di Indonesia namun di Malaysia dan Singapura merupakan ciptaan komposer tanah...

Hidangan Ketupa...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Ketupat

Selain bahan bakunya yang unik, Ketupat Kopau khususnya di Desa Okura juga dihidangkan dengan makanan pendamping yang unik pula. Ketupat dimakan deng...

Anyaman Ketupat...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Anyaman Ketupat

Berbeda dari ketupat pada umumnya yang menggunakan daun kelapa, masyarakat Melayu Riau memiliki kearifan lokal unik berupa tradisi menganyam ketupat...

Tari Vaganza

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Tari Vaganza

Tari Vaganza adalah sebuah pertunjukan tarian selamat datang yang berasal dari Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kata 'Vaganza' bermaksud pertunjukan be...

Situs Payak

Oleh Kyas1 | 20 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Situs Payak adalah salah satu lokasi wisata sejarah blusukan di Jogja yang belum banyak dikenal. Bentuknya menyerupai candi pendek dengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...