|
|
|
|
|
|
Batik Raja Ampat Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Pengembangan industri kerajinan batik khas Raja Ampat terus didorong agar menjadi salah satu industri kreatif, disesuaikan dengan nilai-nilai budaya asli Raja Ampat terutama keberadaan tinggalan lukisan tebing prasejarah yang dapat dijadikan motif batik khas. Batik khas Raja Ampat sendiri muncul dan berkembang sejak ditetapkannya batik sebagai warisan budaya takbenda UNESCO. Meskipun demikian, dalam tradisinya masyarakat Raja Ampat tidak mengenal pembuatan batik. Selama ini, pengembangan batik Raja Ampat masih terbatas pada batik printing (pabrikan) dan belum ada pelatihan pengrajin batik tulis atau cap. Motif batik khas Raja Ampat saat ini hanya berupa mahkota raja dan burung cenderawasih, yang belum mencerminkan potensi bahari Raja Ampat.
Saat ini motif batik khas Raja Ampat hanya berupa mahkota raja dan burung cenderawasih. Kedua motif ini belum mencerminkan Raja Ampat sebagai kabupaten bahari. Sumberdaya bahari Raja Ampat sangat melimpah. Kepulauan Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (coral triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia. Dengan melihat potensi keanekaragaman hayati ini tentu saja dapat dijadikan motif batik. Disamping itu juga terdapat pulau-pulau karang yang indah terutama di Misool dan Waigeo, di kedua pulau ini terdapat sumberdaya arkeologi berupa lukisan prasejarah. Motif lukisan prasejarah ini terdapat di tebing-tebing karst pesisir pulau.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat memiliki komitmen dalam pelestarian batik, antara lain dengan mewajibkan penggunaan batik pada hari kerja tertentu atau setiap Kamis bagi PNS di lingkungan Kabupaten Raja Ampat, serta mewajibkan sekolah untuk memakai batik sebagai seragam sekolah pada hari-hari tertentu. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat memasukkan batik sebagai muatan lokal di SD, SMP, SMA, dan SMK. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat seyogianya memfasilitasi promosi melalui pameran-pameran dalam event pariwisata. Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Raja Ampat perlu memberikan modal melalui skema simpan pinjam kelompok pengrajin, membina jiwa kewirausahaan, meningkatkan kemampuan produksi, membantu promosi dan pemasaran melalui pameran, serta memfasilitasi pembentukan sentra dan pelatihan packaging serta labeling.
Sumber: https://iaaipusat.wordpress.com/2012/03/21/prospek-lukisan-tebing-prasejarah-di-raja-ampat-sebagai-motif-batik-khas-raja-ampat
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |