|
|
|
|
|
Batik Tulis Lasem adalah jenis batik pesisir yang terkenal dengan reputasi kuat dalam menjaga kualitas dan karakter. Praktik membatik di Lasem masih mempertahankan nilai tradisi di tengah perubahan kreasi batik modern. Proses pembuatannya sangat teliti dan memakan waktu lama, dengan pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.
Proses pembuatan batik tulis melibatkan beberapa tahapan utama, termasuk pencantingan, pewarnaan, dan nglorod. Pembatik di Lasem, khususnya di rumah batik Nyah Kiok, banyak melibatkan perempuan lanjut usia yang menunjukkan praktik membatik sebagai bagian dari perjalanan hidup yang panjang. Aroma malam khas selalu tercium di ruang produksi, menjadi penanda aktivitas membatik yang terus berulang dengan penuh ketelitian. Pengetahuan dalam membatik sering dipahami sebagai tacit knowledge, yaitu pengetahuan yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan secara verbal, tetapi hadir melalui pengalaman dan kebiasaan, terwujud dalam gerakan tangan, ritme kerja, dan keputusan sepanjang proses.
Tahap awal adalah pencantingan, di mana malam (lilin) diaplikasikan pada kain dengan canting untuk membentuk motif. Proses ini memerlukan ketelitian tinggi.
Pewarnaan adalah tahap penting yang di Lasem dapat menggunakan teknik disikat di atas bak luas. Teknik ini memungkinkan pembatik mengontrol intensitas warna dengan setiap sapuan, menjadikan batik bukan sekadar teknik tetapi praktik yang melibatkan "rasa". Bahan pewarna disimpan dalam lemari kayu klasik yang terkunci, dan hanya pemilik yang mengetahui cara meracik warna-warna autentik ini, menunjukkan bahwa campuran bahan adalah bagian dari pengetahuan yang diwariskan secara selektif.
Setelah pewarnaan, kain menjalani proses nglorod, yaitu penghilangan malam dari kain batik. Proses ini masih menggunakan kayu bakar, menghasilkan aroma khas yang berbeda dan mempertahankan metode tradisional. Dalam praktik ini, keberlanjutan cara kerja yang telah diwariskan lebih diutamakan daripada efisiensi.
Satu kalimat sederhana yang diucapkan oleh salah satu pembatik, "Kami mengerjakan ini semua dengan hati", merangkum keseluruhan nilai yang terkandung dalam batik Lasem. Kalimat ini menjelaskan mengapa proses yang panjang tetap dijalani, mengapa detail kecil tetap diperhatikan, dan mengapa batik tidak pernah menjadi sekadar produk. Batik adalah praktik yang hidup, yang berjalan melalui waktu, tubuh, dan pengetahuan yang tidak selalu tampak, dengan setiap motif dan warna menyimpan proses panjang yang tenang namun pasti.
Sumber: https://borobudurwriters.id/kronik-budaya-dan-sejarah/membaca-yang-tak-tertulis-jejak-batik-di-antara-malam-warna-dan-waktu-yang-pelan, https://www.antaranews.com/foto/788760/pelestarian-batik-dan-bangunan-kuno-lasem
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Batik Tulis Lasem — Motif Kain, Lasem, Rembang, Jawa Tengah · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |