|
|
|
|
|
Candi Umbul adalah situs purbakala yang berlokasi di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berbeda dengan candi-candi lain yang umumnya menonjolkan bangunan besar dan tinggi, situs Candi Umbul didominasi oleh area pemandian. Tempat ini konon merupakan pemandian para putri raja setelah melakukan ritual di Candi Borobudur dan diyakini sebagai peninggalan raja-raja Syailendra. Meskipun disebut candi, bangunan candi di sini tidak besar dan tinggi seperti candi-candi lain di Jawa Tengah. Pemandian ini dibuka sekitar tahun 1870-an setelah Belanda memerintahkan penggalian situs sejarah tersebut.
Pemandian air hangat di Candi Umbul memiliki khasiat pengobatan karena airnya mengandung belerang, sehingga banyak orang datang untuk mengobati gangguan nyeri tulang dan penyakit kulit seperti gatal-gatal. Nama "Umbul" sendiri berasal dari fenomena air yang menyembul dari bawah ke atas.
Di dalam kolam air hangat terdapat beberapa batu besar yang menyerupai tempat bertapa. Sumber air hangat berasal dari dalam bumi, menghasilkan gelembung-gelembung air seperti air mendidih. Keunikan airnya adalah bisa menyala jika jumlah air sedikit dan dimasukkan batang korek api. Ada arca-arca, meskipun banyak yang telah dicuri, yang dahulu memiliki bentuk unik seperti patung wanita dengan bagian bawah seperti ekor ayam dan arca berbentuk gajah.
Candi Umbul terletak di daerah Pringsurat, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dari Semarang, waktu tempuh sekitar 60 menit. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan umum atau pribadi. Untuk mencapai pemandian, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 600 meter dari papan penunjuk atau 200 meter jika memarkir mobil pribadi. Biaya masuk pemandian ini Rp 1.000.
Candi Umbul terletak di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, di sisi kanan atas atau arah timur laut dari Kota Magelang. Lokasinya berada di tengah lembah atau hamparan dataran rendah, menandakan dibangun di atas mata air yang muncul dari dalam tanah. Pengunjung dapat mengakses situs ini melalui akses jalan beraspal mulus dari pertigaan Krincing (ruas jalur Magelang โ Semarang), sekitar 8 km ke arah timur menuju Grabag, lalu belok kiri sekitar 4,7 km lagi setelah MTS Negeri Grabag.
Sumber: http://kerisbudaya.blogspot.com/2013/01/candi-umbul-pemandian-putri-raja.html, https://sangnanang.wordpress.com/2013/09/06/candi-umbul-patirtan-para-bangsawan-mataram-kuno
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |