HUT RI
|
Wayang Kulit Arimba |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Wayang-Kulit-Arimba |
|
ARIMBA Wayang Kulit Sunda Arimba adalah raja Pringgadani,berwujud raksasa yg sangat mengerikan.Ketika Pandawa diasingkan dan mengembara sampai kedekat hutan Pringgadani,prabu Arimba memerintahkan adiknya dewi Arimbi untuk mengusirnya.Akan tetapi setelah melihat Bima,Arimbi malah jatuh cinta dan te... |
| Seni Pertunjukan Jawa Barat |
|
Wayang Dewi Gedeng Permoni |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Wayang-Dewi-GEDENG-PERMONI |
|
Dewi GEDENG PERMONI/ BETARI DURGA Wayang golek Sunda Salah satu versinya dikisahkan sbb:Perkawinan Batara Guru dgn Dewi Uma yg cantik tidaklah seharmonis yg diharapkan dan berakhir dgn mengakibatkan Batara Guru bertaring panjang dan Dewi Uma menjadi raseksi(Raksasa wanita).Mereka berdua saling men... |
| Seni Pertunjukan Jawa Barat |
|
Cakil |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Cakil |
|
CAKIL atau Gendirpenjalin, berwujud raksasa dengan gigi tonggos berpangkat tumenggung. Tokoh Cakil hanya dikenal dalam ceruita pedalangan Jawa dan selalu dimunculkan dalam perang kembang, perang antara satria melawan raksasa yang merupakan lambang nafsu angkara murka. Cakil memiliki sifat; pembe... |
| Ornamen Jawa Tengah |
|
Pithek Walik |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Pithek-Walik |
|
Topeng Pithek Walik merupakan wujud visual dari topeng hewan khususnya ayam yang berjambul. Dimainkan dengan iringan gending dolanan Pithek Walik Jambul. Penari topeng ini pada saat intrans sering tidak sadar menirukan gerak ayam hutan atau liar. Pada saat itu mereka bisa menggaruk-garukkan kaki di... |
| Ornamen Jawa Tengah |
|
Ma Nene |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Ma-nene-di-Tana-Toraja |
|
Ma nene, merupakan sebuah upacara adat Toraja, di mana pada waktu tertentu peti-peti mati dikeluarkan dari makam-makam liang batu, lalu diletakkan di sebuah arena. Keluarga dan kerabat berkumpul. jenazah (masih utuh atau tinggal tulang-belulang) dan mengganti busananya dengan yang baru. Sang mayat d... |
| Ritual Sulawesi Selatan |
|
Tari Selampit |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Tari-Selampit |
|
Tarian Selampit Delapan merupakan tarian tradisional masyarakat propinsi jambi. Pada awal diciptakannya tarian ini merupakan tari pergaulan Muda-mudi dijambi. Tari ini mempunyai arti yang sangat penting dalam merekatkan pergaulan, maka dari itu kain Selampit yang berjumlah delapan lembar dengan berm... |
| Tarian Jambi |
|
Murtado Macan Kemayoran |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Murtado-Macan-Kemayoran |
|
Diambil dari buku (Cerita Rakyat Daerah DKI Jakarta) terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1982. Pada masa dahulu ketika Kompeni Belanda masih berkuasa di Indonesia, di daerah kemayoran tinggallah seorang pemuda bernama Murtado. Ayahnya adalah bekas seorang lurah di daerah tersebu... |
| Cerita Rakyat DKI Jakarta |
|
Untong Suropati |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Untong-Suropati |
|
Untung Suropati adalah seorang pejuang yang gagah berani dalam menentang Kompeni Belanda di Indonesia. Kisah perjuangan Untung Suropati yang legendaris itu banyak ditulis dalam bentuk sastra, seperti antra sejarah, roman, novel, dan bahkan dalam bentuk cerita rakyat. Bagaimana kisah perjuangan Untun... |
| Cerita Rakyat DKI Jakarta |
|
Untong Suropati |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Untong-Suropati-1 |
|
Untung Suropati adalah seorang pejuang yang gagah berani dalam melawan Kompeni Belanda di Indonesia. Kisah perjuangan Untung Suropati yang legendaris itu banyak ditulis dalam bentuk sastra, seperti antra sejarah, roman, novel, dan bahkan dalam bentuk cerita rakyat. Bagaimana kisah perjuangan Untung... |
| Cerita Rakyat DKI Jakarta |
|
Angkri, Jagoan Tanjung Priok Yang Angkuh |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Angkri-Jagoan-Tanjung-Priok-yang-Angkuh-1 |
|
Alkisah, sekitar abad ke-19 Masehi, kawasan pelabuhan Batavia Lama atau kini dikenal dengan pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pusat keramaian di daerah Jakarta Utara. Setiap hari kapal-kapal pedagang dari dalam maupun luar daerah silih berganti berlabuh di pelabuhan tersebut untuk melakuk... |
| Cerita Rakyat DKI Jakarta |