×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Jawa Tengah

Cerita Bulusan

Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 .

Cerita

Cerita Bulusan mengisahkan tentang Mbah Dudo, seorang alim ulama penyebar agama Islam di Kudus, yang memiliki murid bernama Umara dan Umari. Mbah Dudo berniat mendirikan pesantren di kaki Pegunungan Muria. Suatu malam di bulan Ramadhan, pada malam Nuzulul Quran, Sunan Muria datang untuk bersilaturahim dan membaca Al Quran bersama Mbah Dudo. Dalam perjalanannya, Sunan Muria melihat Umara dan Umari sedang mengambil bibit padi di sawah pada malam hari. Sunan Muria menegur mereka, mengatakan bahwa pada malam Nuzulul Quran seharusnya membaca Al Quran, bukan berendam di sawah seperti bulus. Akibat perkataan itu, Umara dan Umari seketika berubah menjadi bulus (kura-kura air tawar). Mbah Dudo kemudian datang meminta maaf atas kesalahan santrinya kepada Sunan Muria, namun Umara dan Umari sudah tidak bisa kembali menjadi manusia. Akhirnya, Sunan Muria menancapkan tongkatnya ke tanah dan keluar mata air, sehingga tempat itu diberi nama Dukuh Sumber. Tongkatnya berubah menjadi pohon yang dinamakan pohon tombo ati (obat hati). Sambil pergi, Sunan Muria berkata bahwa keturunan mereka akan menghormati bulus setiap seminggu setelah hari raya bulan Syawal, yaitu saat Bodo Kupat atau Kupatan.

Tokoh

  • Mbah Dudo: Seorang alim ulama penyebar agama Islam di Kudus.
  • Umara: Murid Mbah Dudo yang berubah menjadi bulus.
  • Umari: Murid Mbah Dudo yang berubah menjadi bulus.
  • Sunan Muria: Sahabat Mbah Dudo, salah satu Wali Songo.

Asal & Persebaran

Kisah ini berasal dari Kudus, khususnya Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Cerita ini menjadi latar belakang tradisi Bulusan yang dirayakan setiap musim kupatan.

Sumber: http://nooraflah.wordpress.com/2011/12/08/cerita-bulusan-saat-kupatan

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Rumah Pdri

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah PDRI adalah sebuah bangunan sederhana yang terletak di Bukittinggi, Sumatera Barat, namun memiliki makna sejarah yang sangat penting...

Opor Panggang J...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Opor Panggang Jepara adalah hidangan opor yang proses memasaknya dilakukan dengan cara dipanggang. Sumber: http://perbedaanjeparadenganku...

Opor Bakar Kudu...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Opor Bakar Kudus, atau Opor Sunggingan, adalah hidangan opor yang dimasak dengan cara dibakar. Proses pembakaran ini dilakukan hingga terd...

Situs Batu Basu...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Situs Batu Basurek adalah puluhan situs yang diduga sebagai peninggalan zaman batu, terletak di kawasan perbukitan sekitar kaki Gunung Sin...

Rumah Gadang Ga...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah Gadang Gajah Maharam adalah salah satu cagar budaya di Kota Solok, Sumatera Barat. Rumah ini dulunya digunakan sebagai tempat untuk...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...