|
|
|
|
|
|
Dusun Kemulan Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Dusun Kemulan, yang merupakan bagian dari desa Tulus Besar di Tumpang, Kabupaten Malang, terletak sekitar 3 km dari Candi Jago. Dusun ini dikenal karena keasriannya dengan udara yang sejuk dan banyak pohon rindang, serta masyarakatnya yang ramah. Keberadaan gapura selamat datang dan hamparan sawah yang subur menambah kenyamanan dusun ini. Di dusun ini terdapat Padepokan Mangun Dharma, sebuah sanggar dan galeri kesenian yang dikelola oleh Ki Soleh Adi Pramono, yang menjadi pusat pelestarian Wayang Topeng Malangan.
Nama "Kemulan" memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan dengan Patih Mangun Yudho dari Kadipaten Malang. Patih ini meninggal di kawasan hutan Binangun (sekarang Desa Tulus Besar). Selama perjalanannya, Patih Mangun Yudho meninggalkan "kemul" atau selimut di desa tersebut, yang kemudian menjadi asal nama Dusun Kemulan. Jalan utama yang membelah dusun ini dinamakan "Mangun Darmo" sebagai penghormatan terhadap sejarah tersebut, dan nama "Mangun Dharma" juga banyak digunakan untuk organisasi dan sekolah di desa ini, termasuk padepokan kesenian.
Padepokan Mangun Dharma didirikan pada tahun 1989 oleh Ki Soleh Adi Pramono, seorang mantan dosen IKIP Malang, untuk meneruskan warisan kesenian Wayang Topeng dari leluhurnya. Bangunan padepokan ini didominasi oleh kayu dengan ornamen Jawa kental, dan berfungsi sebagai sanggar serta galeri seni. Awalnya, Ki Soleh meneruskan kesenian ini dengan nama Sri Margo Utomo sejak 1984, sebelum mendirikan padepokan di Dusun Kemulan. Padepokan ini menjadi wadah berkembangnya wayang topeng di Tumpang, menarik banyak pengunjung dan seniman, termasuk pagelaran wayang Jawa Timuran rutin setiap Selasa Legi pada tahun 1995-2001. Ki Soleh juga berupaya melestarikan wayang topeng dengan mengajukan proposal kepada pemerintah daerah untuk mendukung pagelaran rutin setiap malam minggu kedua setiap bulannya.
Sejarah kesenian topeng di dusun ini berawal dari Buyut Sainten yang mendirikan Padepokan Mangir pada tahun 1898. Generasi selanjutnya, kakek Ki Soleh, juga mendirikan padepokan pada tahun 1911-1928. Setelah itu, Pak Tirtonoto (Pakde Ki Soleh) meneruskan padepokan dari 1928-1935. Kesenian ini sempat meredup selama masa Perang Kemerdekaan (1945). Setelah kemerdekaan, Paman Ki Soleh, Mbah Rasimun dari Glagah Dowo, seorang maestro tari yang pernah menjadi guru tari Didi Nini Towok, melanjutkan tradisi ini. Ki Soleh sendiri mengambil alih estafet kesenian Wayang Topeng dari pamannya pada tahun 1984 dan mendirikan Padepokan Mangun Dharma pada tahun 1989 untuk melestarikannya.
Sumber: https://borobudurwriters.id/seni-pertunjukan/dusun-kemulan-dengan-sejarah-topengnya
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |