|
|
|
|
|
|
Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto Tanggal 10 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto, dulunya dikenal sebagai "Gluck Auf", adalah bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1910. Pada masa kolonial Belanda, gedung ini berfungsi sebagai tempat pertemuan dan jamuan para pejabat kolonial. Bangunan ini juga pernah menjadi Rumah Bola untuk permainan bowling, dan "gedung societies" tempat para pejabat tambang dan "none-none Belanda" bersosialisasi, berpesta, minum-minum, dan berdansa pada sore hingga malam hari. Setelah kemerdekaan, gedung ini diubah menjadi Gedung Pertemuan Masyarakat (GPM), kemudian menjadi kantor Bank Dagang Negara (BDN), dan selanjutnya ditempati oleh Bank Mandiri hingga tahun 2005. Setelah revitalisasi, gedung ini kembali difungsikan sebagai Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto pada tanggal 1 Desember 2006.
Sumber: http://www.beritadunesia.com/detail-wisata-budaya-Provinsi%20Sumatera%20Barat-Kota%20Sawahlunto-Gedung%20Pusat%20Kebudayaan%20Kota%20Sawahlunto.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |