|
|
|
|
|
|
Ghumah Baghi Tanggal 24 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Ghumah Baghi adalah rumah adat Suku Besemah (Pasemah) yang berarti rumah kuno atau rumah tua. Rumah ini berbentuk rumah panggung dengan bagian atap meruncing seperti perahu, mirip Rumah Gadang dari Sumatera Barat. Bagian dalamnya dibangun tanpa sekat berukuran 8 meter x 8 meter dan berfungsi sebagai ruang keluarga, ruang tidur, serta tempat menerima tamu. Selain sebagai hunian, Ghumah Baghi juga menunjukkan strata sosial pemiliknya.
Ghumah Baghi sangat kuat karena terbuat dari kayu berkualitas tinggi, seperti kayu entenam, yang digunakan untuk pondasi, lantai, dinding, dan ukiran. Rangka rumah menggunakan bambu, sementara bagian atap terbuat dari serabut pohon aren. Konon, proses pengangkutan kayu yang sangat berat ini dilakukan dengan kekuatan gaib, dan penduduk dilarang keluar rumah di malam hari saat Ghumah Baghi dibangun. Rumah ini tidak menggunakan paku; papan dinding dipasang melalui lubang alur sebagai pengunci. Pondasinya tidak dipancang ke tanah melainkan berdiri di atas batu kali, sehingga tahan gempa.
Selain sebagai tempat tinggal, Ghumah Baghi juga berfungsi sebagai penunjuk strata sosial pemiliknya. Desain rumah panggung melindungi penghuni dari serangan hewan buas.
Ghumah Baghi terbagi menjadi dua jenis: rumah tatahan dan rumah ghilapan. Perbedaannya terletak pada ada atau tidaknya ukiran pada kayu rumah. Rumah tatahan memiliki banyak ukiran dan diperuntukkan bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi tinggi, sementara rumah ghilapan dibangun tanpa ukiran. Ukiran pada rumah tatahan memiliki motif seperti bunga teratai, bunga matahari, lingkaran, dan ragam motif lainnya. Seni pahat tertua ini sayangnya tidak diwariskan ke generasi sekarang. Harga ukiran ini sangat mahal, bahkan bisa setara dengan sepertiga harga keseluruhan rumah, dan pemilik rumah harus menyembelih ayam setiap menyelesaikan satu ukiran.
Selama pembangunan Ghumah Baghi, ada beberapa upacara yang harus dilakukan:
Keberadaan Ghumah Baghi semakin langka karena kerusakan akibat rayap dan biaya renovasi yang tinggi. Ukiran pada rumah tatahan juga sering menjadi incaran kolektor barang antik. Pemerintah kota Pagar Alam telah berupaya melestarikan Ghumah Baghi dengan memasukkannya sebagai objek wisata, mempromosikan benda megalitikum, dan wisata alam Gunung Dempo. Pada tahun 2017, rumah Besemah ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Provinsi Sumatera Selatan.
Sumber: https://pariwisataindonesia.id/headlines/ghumah-baghi-rumah-adat-suku-besemah
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |