×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Hikayat Prang Sabi

Tanggal 09 Sep 2026 oleh Kyas1 . Revisi 2 oleh Kyas1 pada 09 Sep 2026.

Deskripsi

Hikayat Prang Sabi adalah sebuah karya sastra berbentuk epos yang memiliki pengaruh besar dalam mengobarkan semangat perlawanan masyarakat Aceh terhadap penjajahan Belanda. Hikayat ini berfungsi sebagai dakwah, dibacakan dan disyairkan secara terus menerus untuk memupuk semangat jihad fi sabilillah. Isinya secara tegas mengajak orang Aceh untuk berperang melawan 'kaphe' (kafir) Belanda sebagai bagian dari fardhu ain, dengan janji surga bagi yang mati syahid.

Isi/Kandungan

Hikayat ini memuat empat kisah utama yang bersifat fiktif, namun bertujuan untuk memotivasi perjuangan. Di dalamnya juga diselipkan janji-janji imbalan, seperti surga Firdaus dan bidadari surga, bagi para pejuang yang gugur di medan perang demi membela agama. Penggalan syairnya menunjukkan seruan untuk berperang sabil sebagai ibadah yang paling mulia.

  • Kisah Ainul Mardhiah
  • Kisah Pahala Syahid
  • Kisah Said Salmi
  • Kisah Muda Bahlia

Pengaruh dan Fungsi

Sastra puisi ini memiliki pengaruh yang sangat besar bagi para pejuang Aceh. Hikayat ini terus disebarkan dari pejuang ke pejuang, ulama ke masyarakat, dan bahkan dari ibu ke anak sebagai pengantar tidur. Pembacaan hikayat sebelum terjun ke medan perang sudah menjadi kebiasaan turun-temurun dalam kebudayaan Melayu. Hikayat Prang Sabi tidak hanya menjadi sastra perlawanan, tetapi juga manifestasi patriotisme dan ketaatan, serta media pemersatu bangsa Aceh dalam mengusir penjajah.

Penggalan Syair

  • Dalam Kitab meunan geupeugah, Firman Allah ngon hadih Nabi (Demikian dikatakan dalam Kitab, Firman Allah dengan hadith Nabi)
  • He teungku cut ade’sahbat, firman Hadarat Tuhanku Rabbi Sigala na dum ibadat (Wahai tuan adinda sahabat, firman Hadarat Tuhanku Rabbi Dari semua ibadat yang ada) Nyang leubeh that taja’ prang sabi Lafad hadih tan Ion baca, ma’na sahaja lon boh sini (Yang terlebih mulia berperang sahil, Kutipan hadith tak hamba baca, hanya makna tertulis di sini)
  • Hadih Nabi cit that saheh, hana rot weh ba’ prang sabi (Hadith Nabi sangat sekali saheh, tak ada jalan lari dari perang sabil) Neubri bulueng han puedaleh, cit ka teupreh syeuruga tinggi (Imbalan diberi tanpa alasan, memang ’lah tersedia surga nan tinggi Meunan meuteumeung jeueb-jeueb kitab, pangulie ibadat cit prang sabi (Demikian didapat di setiap kitab, utama ibadat memang perang sabil)
  • Deungo teungku Ion beuet ayat, firman Hadarat Tuhanku Rabbi 9 (Dengarlah tuan kubaca ayat, firman Hadarat Tuhanku Rabbi) Inna ‘llaha ’sytara mino ‘i-mu’minina anfusahum wa amwalahum bianna lahumu Soe prang kaphe lam prang sabi, niet petinggi hak agama (Barangsiapa memerangi kafir dalam perang sabil dengan niat membela agama)
  • Kalimat Allah agama Islam, kaphe jahannam asoe nuraka (kalimat Allah agama Islam, Kafir Jahannam isi neraka) Sabilullah geupeunan prang, tuhan pulang page syeuruga (Sabilullah dinama Perang, tuhan berikan akhirnya surga) Ikut suroh sampoe jan, pahala page that seumpurna (Mengikut suruhan sampai ajal, pahala nanti sangat sempurna)

Cerita

Hikayat Prang Sabi memuat empat cerita, yaitu Kisah Ainul Mardhiah, Pasukan Gajah, Sa'id Salmy, dan Muhammad Amin (Kisah budak mati hidup kembali). Pada bait-bait pertamanya, Teungku Chik Pante Kulu memuji sahabatnya, Teungku Chik di Tiro Muhammad Saman, dengan kutipan: "Amma Ba'du teuma dudo, keu Tjhik di Tiro beunadai Nabi, ulama laen tan tawakai, hana sagai tem prang sabi." (Adapun kemudian daripada itu, maka Teungku Chik di Tiro adalah menjadi ganti Nabi, ulama yang lain tiada bertawakkal kepada Tuhan, tiada sedikit juga mau berperang sabil).

Fungsi

Hikayat Prang Sabi berfungsi untuk membangkitkan semangat jihad melawan Belanda. Karya ini sangat berpengaruh bagi masyarakat Aceh dalam mengobarkan semangat perlawanan terhadap penjajahan. Ketika Teungku Chik di Tiro Muhammad Saman menjelaskan soal perang melawan Belanda melalui ceramah, Teungku Chik Pante Kulu melanjutkannya dengan membacakan Hikayat Prang Sabi.

Asal & Sejarah

Teungku Chik Pante Kulu mengarang Hikayat Prang Sabi pada tahun 1881 Masehi, saat pelayaran antara Jeddah dan Penang. Inspirasi penulisan didorong kesadarannya akan pengaruh besar syair-syair Hassan bin Tsabit dalam mengobarkan semangat jihad pada zaman Rasulullah. Setelah disenandungkan, hikayat ini berhasil menarik rakyat Aceh untuk bergabung dalam pasukan perang dan mendapat kedudukan yang baik dalam jiwa mereka.

Sumber: https://insania.id/hikayat-prang-sabi-tengku-cik-pante-kulu, https://nu.or.id/tokoh/mengenal-teungku-chik-pante-kulu-pengarang-hikayat-prang-sabi-ZHIpS

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Begasing

Oleh Kyas1 | 09 Sep 2026.
Permainan Tradisional

Deskripsi Begasing adalah permainan tradisional khas Kutai yang diminati oleh semua kalangan, baik muda maupun tua. Permainan ini merupakan ajang ad...

Hadang

Oleh Kyas1 | 09 Sep 2026.
Permainan Tradisional

Deskripsi Hadang adalah permainan tradisional khas Indonesia yang dimainkan secara beregu. Setiap regu terdiri dari 8 orang, dengan 5 pemain inti da...

Kretek

Oleh Kyas1 | 09 Sep 2026.
Pengobatan dan Kesehatan

Deskripsi Kretek adalah hasil karya khas Indonesia yang terbuat dari racikan tembakau dan cengkih, dipadukan dengan bahan-bahan spesial untuk menamb...

Jalan Tamblong

Oleh Kyas1 | 09 Sep 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Jalan Tamblong adalah lagu yang ditulis oleh Remy Sylado pada era 1970-an, terinspirasi dari sebuah sudut jalan di kota Bandung. Lagu ini...

Cungkring Bogor

Oleh Kyas1 | 09 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Cungkring Bogor adalah makanan yang berisi kikil sapi, gorengan, dan lontong. Disajikan di atas daun pisang dan disiram dengan bumbu kacan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...