|
|
|
|
|
|
Kaba Cindua Mato Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Kaba Cindua Mato adalah cerita rakyat penting dari Alam Minangkabau. Cerita ini sering dipentaskan dalam bentuk opera dan randai. Terdapat fusi historiografi antara Kaba Cindua Mato yang dikenal masyarakat Minangkabau dengan fakta-fakta di wilayah Selatan Minangkabau, khususnya Kesultanan Inderapura. Wilayah Pesisir Selatan, khususnya Lunang dan Inderapura, memiliki versi sendiri tentang tokoh Cindua Mato, dan di Lunang terdapat rumah yang diyakini sebagai milik Bundo Kanduang, ibu dari Dang Tuanku, serta makam Cindua Mato.
Beberapa tokoh yang terkait dengan Kaba Cindua Mato dan muncul dalam konteks Kesultanan Inderapura serta silsilah Raja Dewang Cando Ramowano adalah:
Silsilah dan keluarga Raja Dewang Cando Ramowano dalam KSRM sangat identik dengan tokoh Cindua Mato, meskipun nama Cindua Mato tidak disebutkan secara eksplisit di buku tersebut. Dewang Cando Ramowano, Raja Alam Pagaruyung dari Dinasti Balai Gudam, diidentifikasi sebagai tokoh sentral yang menghubungkan Dinasti Malayapura Adityawarman ke Dinasti Balai Gudam. Ibu angkatnya, Puti Panjang Rambuik II (Bundo Kanduang), adalah cicit Adityawarman. Ada upaya untuk mengaitkan tokoh-tokoh dalam Kaba Cindua Mato dengan silsilah dari naskah kuno Jambi dan KSRM. Raja Dewang Cando Ramowano memerintah selama 21,5 tahun dan menjalin hubungan keluarga di wilayah Selatan Minangkabau, dengan tiga dari empat istrinya berasal dari kawasan tersebut.
Almarhum Emral Djamal Dt. Rajo Mudo adalah pewaris dan penulis dari buku Alih Aksara Kitab Salasilah Rajo-Rajo di Minangkabau (KSRM) yang mengklasifikasikan "Kaba Cindua Mato" ke dalam "Tareh Runuik". Ia juga tercatat intens dalam penulisan sejarah Kesultanan Inderapura, meneliti dan menulis sejarah sejak 1989 atas permintaan ahli waris kesultanan. Penelitian ini dipublikasikan dalam Harian Singgalang dan dalam bentuk naskah Ranji Raja-Raja di Kesultanan Inderapura pada Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara VIII pada tahun 2004.
Sumber: https://mozaikminang.wordpress.com/2023/11/20/keluarga-cindua-mato-dalam-ksrm-seberapa-sesuai-dengan-cerita-kaba
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |