×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Motif Kain

Elemen Budaya

Motif Kain

Asal Daerah

Aceh Tengah

Kerawang Gayo

Tanggal 23 Oct 2026 oleh Kyas1 . Revisi 4 oleh Kyas1 pada 24 Oct 2026.

Deskripsi

Kerawang Gayo merupakan motif hias dan nama pakaian adat Gayo yang berasal dari Aceh Tengah. Motif ini diukirkan ke banyak media dalam kehidupan masyarakat dan mencerminkan sistem pola pikir masyarakat setempat. Sebagai warisan seni budaya, Kerawang Gayo memiliki kedudukan strategis dalam sistem adat-budaya Gayo, mengekspresikan pesan budaya melalui simbol motif hias khasnya.

Penggunaan

Motif Kerawang Gayo diukirkan ke berbagai media dalam kehidupan masyarakat, salah satunya pada busana adat pengantin Gayo.

Sejarah Singkat

Berdasarkan penemuan arkeologi di Loyang Mendale, Aceh Tengah, fragmen-fragmen gerabah kuno setempat telah berhiaskan pola-pola sederhana yang memiliki kemiripan dan diprediksi sebagai cikal bakal motif Kerawang Gayo. Hingga saat ini, Kerawang Gayo menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Gayo itu sendiri. Industri kerajinan Kerawang Gayo mulai berkembang pada tahun 1980-an melalui program Dewan Kerajinan Nasional yang memberikan pelatihan menjahit kepada para pengrajin agar Kerawang Gayo bisa diproduksi secara massal.

Motif & Makna

Mayoritas desain motif Kerawang Gayo adalah representasi dari tatanan sosial yang ada dalam masyarakat Gayo. Motif pada Kerawang Gayo menyimpan banyak pola yang menyiratkan makna dan filsafat tersendiri yang diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat Gayo sehari-hari.

  • Emun beriring: berwarna putih dan memiliki arti 'awan berarak', melambangkan pesan kebersamaan dan persatuan dalam masyarakat Gayo. Penyimbolan ini juga menunjukkan keakraban masyarakat Gayo dengan awan sebagai masyarakat pegunungan dan dataran tinggi. Pola emun beriring juga lekat dengan falsafah Gayo yaitu ‘mowen sara tamunen, beloh sara loloten’ yang juga dapat diartikan sebagai pesan kekompakkan yang dianjurkan dalam masyarakat Gayo.
  • Pucuk rebung
  • Puter tali
  • Peger
  • Ulen: bentuk ulen (bulan) atau mandala besar di tengah latar hitam pada Upuh Ulen-Ulen yang merepresentasikan kekuatan spiritual yang menerangi keseharian masyarakat Gayo, layaknya bulan purnama di gelapnya malam.

Warna & Simbolisme

Warna-warni dalam Kerawang Gayo menyimbolkan sarak opat, yaitu 4 elemen dalam sistem pemerintahan desa yang mencerminkan kedudukan ideal dalam tatanan sosial masyarakat Gayo.

  • Kuning: menyimbolkan emas, representasi golongan reje atau raja dan aspek pertama dalam sarak opat yang melambangkan sifat penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan.
  • Merah: menyimbolkan keberanian dan golongan petue atau tetua adat.
  • Putih: melambangkan kesucian dan kebijaksanaan dalam memilah antara baik dan buruk, merepresentasikan golongan imem, atau petinggi agama.
  • Hijau: melambangkan reyet atau rakyat dan dapat diartikan sebagai pesan untuk hidup dalam permusyawarahan dan harapan akan kesuburan, karena warna hijau juga dapat diartikan sebagai representasi flora dan fauna yang ada di Tanoh Gayo.
  • Hitam: keempat warna Kerawang ini umumnya didasari warna hitam, warna yang melambangkan tanah atau bumi dimana manusia diciptakan, berpijak, dan akan berpulang di akhir hayatnya.

Warna & Makna

Warna-warni dalam Kerawang Gayo menyimbolkan sarak opat, yaitu 4 elemen dalam sistem pemerintahan desa yang mencerminkan kedudukan ideal dalam tatanan sosial masyarakat Gayo.

  • Kuning menyimbolkan emas, representasi golongan reje atau raja, melambangkan sifat penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan.
  • Merah menyimbolkan keberanian dan golongan petue atau tetua adat.
  • Putih merepresentasikan imem atau petinggi agama, melambangkan kesucian dan kebijaksanaan dalam memilah antara baik dan buruk.
  • Hijau melambangkan reyet atau rakyat, dapat diartikan sebagai pesan untuk hidup dalam permusyawarahan dan harapan akan kesuburan, serta representasi flora dan fauna di Tanoh Gayo.
  • Hitam mendasari keempat warna, melambangkan tanah atau bumi dimana manusia diciptakan, berpijak, dan akan berpulang di akhir hayatnya.

Upuh Ulen-Ulen

Upuh Ulen-Ulen adalah kain besar yang kerap menjadi kebanggaan dan simbol penghormatan kepada pemakainya dari masyarakat Gayo. Upuh Ulen-Ulen dibedakan dari desain Kerawang lainnya dengan adanya bentuk ulen (bulan), mandala besar di tengah latar hitam, yang merepresentasikan kekuatan spiritual yang menerangi keseharian masyarakat Gayo, layaknya bulan purnama di gelapnya malam. Karena ukuran dan signifikansi adatnya, Upuh Ulen-Ulen menjadi kebanggaan bagi pemiliknya meskipun harganya relatif mahal.

Sejarah Industri

Industri kerajinan Kerawang Gayo mulai berkembang pada tahun 1980-an melalui program Dewan Kerajinan Nasional yang memberikan pelatihan menjahit kepada para pengrajin agar Kerawang Gayo bisa diproduksi secara massal.

Asal

Kain Kerawang Gayo berasal dari masyarakat Gayo di provinsi Aceh.

Sumber: https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/article/view/167, https://travelinkmagz.com/2018/09/budaya-kerawang-gayo, http://travelinkmagz.com/2018/09/budaya-kerawang-gayo, https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/GDG/article/view/64567

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Nisan Gada

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Nisan gada adalah temuan tinggalan sejarah berupa batu nisan kuno di Desa Dadap, Indramayu. Nisan ini memiliki bentuk silindris atau menye...

Baju Jas Tutu'

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Baju adat untuk laki-laki ini dikenal sebagai baju jas tutu'. Bentuknya mirip dengan jas pada umumnya, berwarna hitam, berlengan panja...

Tradisi Perhitu...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Ritual

Deskripsi Tradisi perhitungan weton di Desa Pagojengan merupakan praktik budaya yang memiliki keterkaitan dengan konsep matematika. Tradisi ini menj...

Maena Ma'owai S...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Lagu Maena Ma'owai Sa Ami Da Ma'owai Ami (MSA/DMA) adalah lagu maena yang sangat populer di masyarakat Nias dan sering dibawakan d...

Misteri Gunung...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Misteri Gunung Lawu mencakup berbagai cerita mistis dan folklor yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat di perbatasan Ja...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...