|
|
|
|
|
Kerawang Gayo merupakan motif hias dan nama pakaian adat Gayo yang berasal dari Aceh Tengah. Motif ini diukirkan ke banyak media dalam kehidupan masyarakat dan mencerminkan sistem pola pikir masyarakat setempat. Sebagai warisan seni budaya, Kerawang Gayo memiliki kedudukan strategis dalam sistem adat-budaya Gayo, mengekspresikan pesan budaya melalui simbol motif hias khasnya.
Motif Kerawang Gayo diukirkan ke berbagai media dalam kehidupan masyarakat, salah satunya pada busana adat pengantin Gayo.
Berdasarkan penemuan arkeologi di Loyang Mendale, Aceh Tengah, fragmen-fragmen gerabah kuno setempat telah berhiaskan pola-pola sederhana yang memiliki kemiripan dan diprediksi sebagai cikal bakal motif Kerawang Gayo. Hingga saat ini, Kerawang Gayo menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Gayo itu sendiri. Industri kerajinan Kerawang Gayo mulai berkembang pada tahun 1980-an melalui program Dewan Kerajinan Nasional yang memberikan pelatihan menjahit kepada para pengrajin agar Kerawang Gayo bisa diproduksi secara massal.
Mayoritas desain motif Kerawang Gayo adalah representasi dari tatanan sosial yang ada dalam masyarakat Gayo. Motif pada Kerawang Gayo menyimpan banyak pola yang menyiratkan makna dan filsafat tersendiri yang diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat Gayo sehari-hari.
Warna-warni dalam Kerawang Gayo menyimbolkan sarak opat, yaitu 4 elemen dalam sistem pemerintahan desa yang mencerminkan kedudukan ideal dalam tatanan sosial masyarakat Gayo.
Warna-warni dalam Kerawang Gayo menyimbolkan sarak opat, yaitu 4 elemen dalam sistem pemerintahan desa yang mencerminkan kedudukan ideal dalam tatanan sosial masyarakat Gayo.
Upuh Ulen-Ulen adalah kain besar yang kerap menjadi kebanggaan dan simbol penghormatan kepada pemakainya dari masyarakat Gayo. Upuh Ulen-Ulen dibedakan dari desain Kerawang lainnya dengan adanya bentuk ulen (bulan), mandala besar di tengah latar hitam, yang merepresentasikan kekuatan spiritual yang menerangi keseharian masyarakat Gayo, layaknya bulan purnama di gelapnya malam. Karena ukuran dan signifikansi adatnya, Upuh Ulen-Ulen menjadi kebanggaan bagi pemiliknya meskipun harganya relatif mahal.
Industri kerajinan Kerawang Gayo mulai berkembang pada tahun 1980-an melalui program Dewan Kerajinan Nasional yang memberikan pelatihan menjahit kepada para pengrajin agar Kerawang Gayo bisa diproduksi secara massal.
Kain Kerawang Gayo berasal dari masyarakat Gayo di provinsi Aceh.
Sumber: https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/article/view/167, https://travelinkmagz.com/2018/09/budaya-kerawang-gayo, http://travelinkmagz.com/2018/09/budaya-kerawang-gayo, https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/GDG/article/view/64567
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |