×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Nusa Tenggara Barat

Asal Daerah

Desa Sendangkandayakan dan pertapaan Giripurwa

Kidung Malam 63 Bima Bothok

Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Cerita

Prabu Dwaka terbiasa menerima sesaji berupa manusia yang dibumbu bothok. Di sebuah desa, Resi Hijrapa dihadapkan pada kewajiban mengorbankan putranya, Rawan. Rara Winihan dan Lurah Sagotra menemui Resi Hijrapa untuk mencari jalan lain, tetapi Resi Hijrapa tidak melihat pilihan selain mengorbankan putranya demi keselamatan keluarganya dari murka Prabu Dwaka. Rara Winihan kemudian mengungkapkan bahwa seorang janda beserta kelima anaknya yang menumpang di rumah Resi Hijrapa adalah Dewi Kunthi dan Pandhawa Lima. Mereka adalah dewa penolong yang bisa menggantikan Rawan. Resi Hijrapa dengan segera menemui Dewi Kunthi dan bersimpuh memohon pertolongan. Dewi Kunthi yang sudah mengetahui masalah ini dan telah berembuk dengan Bima, menyarankan Resi Hijrapa untuk langsung meminta bantuan kepada Bimasena. Bima, yang dikenal sederhana dan jujur, bersedia dikorbankan sebagai ganti Rawan. Kabar kesanggupan Bima segera menyebar. Kemudian datanglah serombongan prajurit Ekacakra yang mencari Bima karena telah mengalahkan mereka saat menolong pengungsi. Rara Winihan dengan cerdik berhasil membujuk pimpinan prajurit untuk tidak menangkap Bima, dengan alasan Bima telah menyanggupkan diri sebagai korban untuk Prabu Dwaka, dan jika terjadi pertempuran di rumah itu, semua persiapan sesaji, termasuk calon korban, akan rusak. Pemimpin prajurit akhirnya pergi karena takut mengacaukan persiapan korban terbesar tahunan. Pada hari Anggara Jenar, Resi Hijrapa telah menyiapkan sesaji. Rara Winihan menutupi badan Bima dengan parutan kelapa muda yang dimasak bothok. Pagi itu, sesaji lengkap, termasuk Bima sendiri, diiringi Harjuna, Rawan, Rara Winihan, Lurah Sagotra, Resi Hijrapa, serta warga Sendangkandayakan dan Giripurwa, berangkat menuju keraton Ekacakra. Mereka percaya pada nama besar Pandhawa Lima dan kesaktian Bima. Di balairung keraton, sosok Bima yang tinggi besar menarik perhatian Prabu Dwaka. Upacara dimulai dengan pemukulan gong tiga kali. Setelah itu, pembakaran aneka daging dan ikan dilakukan. Di tengah asap yang membumbung, Prabu Dwaka berjalan mendekati korban manusia, Bima Bothok, dengan perut keroncongan dan air liur mengumpul.

Tokoh

  • Prabu Dwaka: Raja yang meminta sesaji manusia.
  • Resi Hijrapa: Resi yang diwajibkan mengorbankan anaknya, Rawan.
  • Rawan: Putra Resi Hijrapa yang seharusnya dikorbankan.
  • Rara Winihan: Ibu Lurah yang berperan dalam menemukan solusi dan menyiapkan sesaji.
  • Lurah Sagotra: Bapak Lurah yang mendampingi Rara Winihan.
  • Dewi Kunthi: Ibu dari Pandhawa Lima.
  • Bimasena (Bima): Anggota Pandhawa Lima yang bersedia menjadi silih korban.
  • Harjuna: Anggota Pandhawa Lima yang mendampingi Bima.
  • Puntadewa, Nakula, Sadewa: Anggota Pandhawa Lima lainnya.

Asal & Persebaran

Kisah ini berasal dari Desa Sendangkandayakan dan pertapaan Giripurwa, yang turut mengiringi Bima sebagai sesaji ke keraton Ekacakra.

Sumber: https://wayang.wordpress.com/2010/07/19/kidung-malam-63-bima-bothok

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Cepetan Alas

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Kesenian Cepetan Alas adalah salah satu kesenian tradisional asli Kebumen, Jawa Tengah, di mana seluruh pemainnya menggunakan topeng denga...

Kesenian Buncis...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Tarian

Deskripsi Kesenian Buncis Banyumasan adalah kesenian tradisional dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Gerakan dalam kesenian ini memiliki makna per...

Krenyos

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Krenyos adalah hidangan kuliner yang terbuat dari lemak kambing, dikenal sebagai 'mutiara terpendam' di kalangan pecinta sate klat...

Fenomena Rumah...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Fenomena rumah menghadap selatan merupakan sebuah kepercayaan atau kebiasaan masyarakat Dukuh Tanjungsari, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawa...

Wayang Beber Gu...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Wayang beber adalah seni pertunjukan wayang yang menggunakan gambar wayang yang digelar di sebuah kertas. Pertunjukan ini dinilai sakral d...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...