|
|
|
|
|
|
Kuda Renggong Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Kuda Renggong adalah sebuah kesenian pertunjukan di Sumedang yang menampilkan kuda-kuda terlatih yang menari mengikuti iringan musik. Awalnya dikenal sebagai Kuda Igel, kesenian ini menjadi populer sebagai hiburan utama dalam arak-arakan pesta khitanan anak laki-laki. Anak yang baru dikhitan akan dinaikkan ke atas Kuda Renggong, seringkali mengenakan pakaian tokoh wayang seperti Gatotkaca, dan diarak keliling kampung. Saat ini, Kuda Renggong juga ditampilkan dalam Festival Kuda Renggong, bahkan dengan variasi kostum dan musik yang lebih modern.
Sejarah Kuda Renggong bermula pada masa pemerintahan Kanjeng Pangeran Aria Suria Atmaja (1882–1919), atau Pangeran Mekah, di Sumedang. Pada masa itu, Sumedang berbenah di berbagai sektor, termasuk peternakan. Pangeran Suria Atmaja mendatangkan kuda unggul dari Sumba dan Sumbawa. Ide untuk menjadikan kuda sebagai hiburan rakyat muncul sekitar tahun 1910 di Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua, melalui seorang tokoh bernama Aki Sipan. Aki Sipan lahir tahun 1870 dan terkenal karena ketekunannya melatih kuda, sehingga kuda-kudanya bisa menari dengan gerakan mengangguk, mengangkat kaki, dan berbaris. Kuda pertamanya yang dilatih adalah Si Cengek dan Si Dengkek. Ilmu melatih kuda ini kemudian diwariskan kepada anaknya, Ki Sukria, dan muridnya, Mamat, sehingga seni Kuda Renggong makin berkembang dan menyebar dari Buahdua ke berbagai kecamatan di Sumedang bahkan keluar daerah.
Kuda Renggong menampilkan gerakan-gerakan menari yang atraktif. Kuda-kuda akan mengangguk-angguk, mengangkat kaki, dan berbaris seperti penari, mengikuti irama musik pengiring. Pertunjukan seringkali semakin meriah dengan gerakan menari kuda yang lebih atraktif. Acara biasanya ditutup dengan lagu Pileuleuyan, diikuti dengan saweran uang logam dan beras putih.
Dalam arak-arakan khitanan tradisional, anak yang dikhitan dinaikkan ke atas Kuda Renggong dengan pakaian tokoh wayang Gatotkaca. Untuk festival, pakaian anak sunat bisa bervariasi, seperti putri ala Cinderella dengan gaun ala dongeng Eropa. Hiasan dan aksesori kuda juga semakin mewah, dengan payet-payet keemasan, warna-warni mencolok, dan payung kebesaran.
Kuda Renggong berfungsi sebagai simbol kegembiraan dan kebanggaan bagi keluarga yang mengadakan pesta khitanan. Anak yang baru disunat merasa senang dan terhibur, bisa tampil bak pahlawan di atas kuda menari, yang sedikit mengobati rasa sakit setelah disunat. Selain sebagai hiburan rakyat, Kuda Renggong juga kini menjadi ajang kompetisi dalam festival, menunjukkan kreativitas rombongan dari berbagai desa dan kecamatan.
Pertunjukan Kuda Renggong melibatkan satu atau lebih kuda yang menari, dengan anak yang dikhitan sebagai "penunggang" utama. Dalam festival, ada rombongan peserta yang bisa menambah jumlah kuda hingga empat ekor sekaligus.
Sumber: https://www.ayobandung.id/ayo-jelajah/01164582/22082025/sejarah-kuda-renggong-sumedang-tradisi-pesta-khitanan-simbol-gembira-rakyat-priangan
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |