|
|
|
|
|
|
Legenda Asal Usul Waduk Darma Dan Misteri Tumpukan Tanah Berbentuk Tumpeng Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Waduk Darma, yang terletak di Cikijing, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berawal sebagai sebuah situ atau danau kecil di kawasan persawahan dan permukiman penduduk, yang dirintis oleh Belanda pada tahun 1922. Menurut kepercayaan masyarakat, waduk ini merupakan bendungan besar yang dibuat oleh Embah Satori, yang juga dikenal sebagai Embah Dalem Cageur. Air yang mengairi Waduk Darma berasal dari mata air Cihanyir di tengah pulau waduk dan dari hulu Sungai Cisanggarung. Embah Dalem Cageur membangun situ ini sebagai tempat bermain bagi putranya, Pangeran Gencay, dan juga karena ia memiliki hobi memelihara ikan. Dalam proses pembuatannya, Embah Dalem Cageur mengerahkan banyak pekerja dan menyediakan jamuan yang melimpah. Untuk memasak nasi, Embah Dalem Cageur memilih sebuah bukit di sekitar Desa Darma Kawah Manuk, yang kini dikenal sebagai bukit Pangriutan. Hingga kini, peninggalan berupa tumpukan tanah berbentuk congcot atau nasi tumpeng, yang diyakini sebagai jamuan bagi para pekerja, masih ada dan tidak pernah hilang meskipun telah dirusak dan tergenang air puluhan tahun. Setelah menyelesaikan situ, Embah Dalem Cageur juga membuat sebuah perahu besar dari kayu jati untuk Pangeran Gencay berlayar. Perahu ini sering digunakan Pangeran Gencay dan teman-temannya siang dan malam, sementara penduduk sekitar menonton sambil menabuh gamelan, yang kini disebut Muncul Goong. Suatu malam saat bulan purnama, Pangeran Gencay bersama pengasuhnya tenggelam di tengah situ yang sekarang bernama Waduk Darma. Peristiwa ini membuat Embah Dalem Cageur sangat kecewa, sehingga ia memerintahkan agar situ dibobol dan tidak diairi lagi karena dinilai akan membahayakan anak cucu di kemudian hari. Jenazah Pangeran Gencay ditemukan dan dibawa ke tempat yang kini bernama Munjul (menonjol) Bangle (bangkai). Tempat bermain Pangeran Gencay kemudian dinamai Labuhan Bulan, karena perahunya karam saat bulan purnama.
Cerita ini berasal dari Cikijing, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang terkait dengan asal-usul Waduk Darma.
Sumber: https://priangantimurnews.pikiran-rakyat.com/budaya/pr-1223779054/legenda-asal-usul-waduk-darma-cikijing-kuningan-dan-misteri-tumpukan-tanah-berbentuk-tumpeng
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |