|
|
|
|
|
|
Legenda Batu Kepampang Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, di daerah Kinali, Lampung Utara, terdapat sebuah kerajaan kecil yang maju di bawah pengaruh Kerajaan Sriwijaya. Masyarakat hidup aman karena adanya hukum yang melarang perbuatan jahat seperti membunuh, mencuri, dan mengganggu orang lain. Pelanggar hukum akan dihukum potong leher di sebuah batu, sebagai persembahan kepada dewa bumi. Batu ini dinamakan Batu Kepampang, dan masih ada di Kinali hingga kini. Banyak penjahat yang disebut Irawan telah dihukum mati di atas batu ini. Masyarakat Lampung kuno percaya bahwa menganiaya orang sampai mati dapat menghapus rasa malu keluarga. Namun, setelah masuknya Islam dan kolonialisme, hukuman potong leher dilarang dan diganti dengan hukuman yang lebih sesuai. Legenda Batu Kepampang masih diceritakan oleh orang tua di Lampung Utara untuk mendidik anak cucu agar selalu berbuat baik.
Pelajaran yang dapat diambil dari legenda ini adalah bahwa orang yang melakukan kesalahan atau berbuat jahat harus mendapat hukuman yang setimpal. Sebaliknya, orang yang berbuat baik akan mendapat pahala dan penghargaan dari sesama manusia maupun dari Tuhan.
Sumber: https://lovelylampung.com/legenda-batu-kepampang-dalam-bahasa-lampung
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |