|
|
|
|
|
|
Masjid Al Makmur Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Masjid Al Makmur merupakan masjid bersejarah yang terletak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, tepat di pinggir jalan samping Gedung Pasar Tanah Abang. Masjid ini awalnya didirikan sebagai mushola kecil dan kini menjadi tempat ibadah penting bagi masyarakat sekitar, terutama para pedagang dan pembeli di pusat bisnis Tanah Abang. Masjid ini juga menjadi saksi sejarah pergerakan Islam tempo dulu di Tanah Betawi.
Masjid Al Makmur dibangun pada tahun 1704 oleh keturunan bangsawan Kerajaan Islam Mataram, yang dipimpin oleh KH Muhammad Asyuro. Para bangsawan Mataram ini menetap di Jakarta setelah serangan Sultan Agung ke Batavia dan menjadi da'i serta membangun sejumlah masjid. Masjid ini awalnya hanya berukuran 12 x 8 meter persegi. Pada tahun 1915, masjid diperluas oleh Habib Abu Bakar Alhabsy dengan mewakafkan tanah, sehingga luasnya menjadi 1.142 meter persegi. Perluasan berlanjut pada tahun 1932 dengan wakaf dari Salim bin Muhammad bin Thalib, dan pada tahun 1953, area masjid diperluas menjadi 2.175 meter persegi. Dahulu, lahan wakaf di sekitar masjid juga digunakan sebagai pemakaman bagi keturunan Arab yang meninggal, yang kemudian jenazahnya dishalatkan di Masjid Al Makmur sebelum dimakamkan.
Sejak dulu, Masjid Al Makmur telah menjadi pusat ibadah, khususnya bagi para pedagang dan pembeli di kawasan Tanah Abang untuk menunaikan salat Zuhur dan Asar. Masjid ini juga berfungsi sebagai pusat dakwah Islam dan pada masa lampau menjadi tempat penyelenggaraan salat jenazah bagi warga keturunan Arab sebelum dimakamkan di lahan wakaf sekitar masjid.
Keberadaan Masjid Al Makmur sangat menarik karena lokasinya yang strategis di tengah pusat bisnis Tanah Abang yang ramai. Meskipun demikian, lingkungan di sekitar masjid pernah digambarkan tampak kumuh karena aktivitas pedagang kaki lima dan parkir kendaraan yang tumpah ruah ke jalan. Permukiman penduduk di sekeliling masjid juga telah digantikan oleh rumah toko (ruko) dan kios seiring pesatnya perkembangan bisnis di area tersebut.
Sumber: https://www.senibudayabetawi.com/6283/berdiri-lebih-dari-tiga-abad-masjid-al-makmur-menjadi-jujugan-di-tanah-abang.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |