×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Motif Kain

Elemen Budaya

Motif Kain

Motif Batik Jagatan Pisang

Tanggal 28 Jul 2026 oleh Kyas1 .

Sejarah Singkat

Banyak motif batik memiliki cerita dan makna tersendiri, termasuk Motif Batik Jagatan Pisang. Motif ini telah ada sejak lama dan penggunaannya berkembang seiring waktu, menyesuaikan kebutuhan dan selera masyarakat. Sebuah versi menyatakan bahwa "pisang bali" berasal dari kata bahasa Jawa "pisan" (lagi) dan "bali" (kembali), yang jika disatukan berarti "selalu kembali". Penggunaan pisang dalam motif ini juga mencerminkan hubungan manusia dengan alam dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.

Motif & Makna

Makna motif batik jagatan pisang melambangkan kesuburan dan kelimpahan. Pisang dikenal sebagai tanaman yang mudah tumbuh dan dan memberikan banyak manfaat, mencerminkan harapan akan kehidupan yang sejahtera dan makmur. Selain itu, motif ini juga menekankan pentingnya hubungan harmonis antara manusia, sehingga sering diberikan seseorang kepada kekasihnya yang mengadakan perjalanan dengan harapan sang kekasih bisa kembali dengan selamat.

  • Pisang: kesuburan, kelimpahan, kehidupan sejahtera dan makmur, harapan, selalu kembali.

Penggunaan

Batik Jagatan Pisang biasanya dikenakan dalam berbagai acara formal dan tradisional. Keindahan dan makna yang terkandung dalam motif ini menjadikannya pilihan yang populer untuk pakaian adat.

Pelestarian

Sebagai salah satu motif batik yang kaya akan makna, Jagatan Pisang berperan penting dalam upaya pelestarian budaya batik di Indonesia. Pengrajin batik dan komunitas budaya terus mempromosikan penggunaan dan pembuatan motif ini. Pemerintah Indonesia dan berbagai organisasi budaya juga turut berperan dalam mempromosikan batik sebagai warisan budaya dunia. Dengan adanya pengakuan dari UNESCO, batik mendapatkan perhatian lebih di tingkat internasional, yang turut mendukung pelestarian dan pengembangan motif-motif tradisional seperti jagatan pisang.

Sumber: https://www.batikprabuseno.com/artikel/edukasi/sejarah-motif-batik-jagatan-pisang-dan-maknanya

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Lagu Selayang P...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Lagu Tradisional

Lagu Melayu yang bertajuk Selayang Pandang sangat tersohor tidak hanya di Indonesia namun di Malaysia dan Singapura merupakan ciptaan komposer tanah...

Hidangan Ketupa...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Ketupat

Selain bahan bakunya yang unik, Ketupat Kopau khususnya di Desa Okura juga dihidangkan dengan makanan pendamping yang unik pula. Ketupat dimakan deng...

Anyaman Ketupat...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Anyaman Ketupat

Berbeda dari ketupat pada umumnya yang menggunakan daun kelapa, masyarakat Melayu Riau memiliki kearifan lokal unik berupa tradisi menganyam ketupat...

Tari Vaganza

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Tari Vaganza

Tari Vaganza adalah sebuah pertunjukan tarian selamat datang yang berasal dari Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kata 'Vaganza' bermaksud pertunjukan be...

Situs Payak

Oleh Kyas1 | 20 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Situs Payak adalah salah satu lokasi wisata sejarah blusukan di Jogja yang belum banyak dikenal. Bentuknya menyerupai candi pendek dengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...