|
|
|
|
|
|
Musik Birahi Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Musik Birahi adalah tradisi nyanyian puji-pujian yang dilaksanakan setiap Malam Jumat di sebuah rumah tua sederhana yang disebut Rumah Birahi, terletak di sebelah masjid desa. Tradisi ini melibatkan para perempuan sepuh yang duduk bersila sambil menabuh rebana dan melantunkan syair-syair. Syair-syair ini berjumlah sekitar seratus dua puluh judul yang diwariskan secara turun-temurun dan dinyanyikan berulang hingga tiga kali. Bahasa yang digunakan dalam syair-syair tersebut bercampur, meliputi bahasa Jawa, Sunda, Indonesia, dan Arab. Syair-syair ini bukan sekadar lagu, melainkan puji-pujian yang mengingatkan manusia tentang asal-usul, perjalanan hidup, dan kematian, serta tentang penciptaan manusia, Nabi Adam dan Siti Hawa, para utusan Allah, dan Nur Muhammad.
Nyanyian-nyanyian dikelompokkan dalam lima bagian:
Musik Birahi berfungsi sebagai sarana dakwah penyebaran Islam yang lembut, ruang berzikir melalui nyanyian, dan dahulu juga sebagai ruang pertemuan masyarakat desa. Melalui nyanyian, tradisi ini mengajarkan manusia untuk selalu memiliki gairah dalam mencari ilmu dan kerinduan untuk mendekat kepada Tuhan. Pada masa lalu, minyak kelapa dari lampu penerangan di Rumah Birahi dibagikan kepada pemuda dan pemudi yang menunggu di luar. Banyak yang percaya minyak itu dapat menjadi perantara datangnya jodoh, sehingga remaja mengusapkannya ke rambut dengan harapan cinta mereka akan dipertemukan dan dijaga oleh Tuhan.
Para pemain utama adalah perempuan sepuh. Terdapat seorang pemimpin yang disebut Rubiyah, yang dipilih melalui musyawarah masyarakat dan bertugas memastikan syair selaras dengan nilai-nilai agama. Rubiyah bukan hanya pemimpin nyanyian, tetapi juga penjaga makna. Saat ini, beberapa pemain berusaha menjaga tradisi dengan membawa anak dan cucu mereka ikut serta dalam pertunjukan.
Masyarakat Danaraja percaya bahwa tradisi Musik Birahi berasal dari ajaran dua tokoh penyebar Islam: Syekh Maulana Magribi dan Syekh Jambu Karang. Rumah Birahi, tempat tradisi ini dilaksanakan, konon merupakan peninggalan para wali yang menyebarkan agama Islam di wilayah tersebut.
Ada kisah bahwa syair-syair yang dinyanyikan sulit dihafal di luar Rumah Birahi. Setelah pertunjukan selesai, lirik-lirik itu kerap menghilang dari ingatan para pemain. Namun, setiap Malam Jumat tiba dan mereka kembali memasuki Rumah Birahi, kata-kata itu seolah datang sendiri, dan ingatan mereka kembali terbuka.
Sumber: https://borobudurwriters.id/kronik-budaya-dan-sejarah/tradisi-musik-birahi-di-danaraja
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |