×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Jawa Tengah

Asal Daerah

Surakarta

Pandu Lahir

Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Cerita

Prabu Kresna Dwipayana di Kerajaan Hastina sedang berdiskusi dengan Resiwara Bisma, para menteri, dan punggawa mengenai kedua janda mendiang Prabu Citrawirya, Dewi Ambika dan Dewi Ambalika, yang kini hamil setelah dinikahi Prabu Kresna Dwipayana. Tak lama kemudian, Dewi Durgandini mengabarkan bahwa Dewi Ambika telah melahirkan. Bayi laki-laki yang lahir dari Dewi Ambika ternyata tunanetra. Prabu Kresna Dwipayana menjelaskan bahwa ini adalah takdir karena Dewi Ambika selalu memejamkan mata saat bersetubuh dengannya karena takut melihat wujud Sang Prabu yang berkulit hitam legam. Dewi Ambika menyesalinya. Putra sulung yang tunanetra ini diberi nama Raden Kuru. Tidak lama setelah itu, Dewi Ambalika juga melahirkan dua bayi laki-laki kembar siam, dengan kaki kiri bayi yang satu menempel pada leher bayi yang lain. Dewi Ambalika memohon agar Prabu Kresna Dwipayana meruwat mereka. Setelah diruwat dan dipisahkan, kedua bayi tersebut tetap cacat; satu berleher tengleng (Raden Pandu) dan yang lain berkaki pincang sebelah kiri (Raden Widura). Prabu Kresna Dwipayana menjelaskan bahwa ini karena Dewi Ambalika ketakutan dan pucat ketika bersetubuh dengannya. Kedua bayi ini berkulit kuning pucat. Sementara itu, di Kerajaan Tunggulmalaya, Prabu Karditya meninggal dunia. Takhta diwarisi oleh putra sulungnya, Prabu Swalacala, dengan Patih Wisudarya dan Arya Pramuseta sebagai patih dan panglima. Prabu Swalacala berencana melaporkan kematian ayahnya dan pengangkatannya sebagai raja baru kepada Prabu Kresna Dwipayana dan Resiwara Bisma di Hastina. Di Kerajaan Srawantipura, Prabu Cidamuka menghadapi wabah penyakit. Sebagai pemuja Batara Kala, ia mengadakan sesaji. Batara Kala menyarankan agar Prabu Cidamuka menyembelih Raden Pandu, putra kedua Prabu Kresna Dwipayana, sebagai tumbal untuk menghentikan wabah. Prabu Cidamuka mengutus pamannya, Patih Aswanindya, untuk pergi ke Hastina membawa emas permata untuk ditukar dengan Raden Pandu, atau merebutnya jika ditolak. Dalam perjalanan menuju Hastina, Patih Aswanindya dan pasukannya berpapasan dengan rombongan Prabu Swalacala. Patih Aswanindya terus terang menyampaikan niatnya untuk membeli Raden Pandu sebagai tumbal. Prabu Swalacala, sebagai sekutu Hastina, menolak hal tersebut dan menantang Patih Aswanindya. Terjadilah pertempuran di mana keduanya gugur karena kesaktian yang setara. Patih Wisudarya dan Arya Pramuseta yang sedih kemudian membagi tugas; Arya Pramuseta kembali ke Tunggulmalaya membawa jasad Prabu Swalacala, sementara Patih Wisudarya melanjutkan perjalanan ke Hastina untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada Prabu Kresna Dwipayana dan Resiwara Bisma.

Sumber: http://albumkisahwayang.blogspot.co.id/2016/03/pandu-lahir.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Kyai Sengkelat

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Kyai Sengkelat adalah salah satu bilah keris peninggalan orang tua Sulistyo Wibowo di Desa Pulutan Kulon. Keris ini diyakini berasal dari...

Lontar Keris

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Fisik Lontar keris adalah lembaran lontar yang bertuliskan huruf Jawa kuno. Lembaran ini memiliki lubang tiga, yang merupakan ciri khasnya...

Warangka Keris

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Sarung keris atau warangka merupakan kerajinan yang dibuat dari berbagai jenis kayu. Kerajinan ini tidak hanya dikenal di Indonesia, tetap...

Lontar Keris Ku...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Fisik Lontar ini berupa lembaran-lembaran bertuliskan huruf Jawa kuno, dan ada juga yang bertuliskan huruf Arab. Lontar ini umumnya ditemu...

Warangka

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Warangka adalah sarung keris yang dibuat sebagai kerajinan tangan. Pembuatannya melibatkan bahan baku kayu dan telah dikenal luas hingga p...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...