|
|
|
|
|
|
Reak Cianjur Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Kesenian reak berasal dari Sumedang sekitar abad ke-12, diciptakan oleh sesepuh Sumedang untuk menghibur anak laki-laki yang akan dikhitan agar mengurangi rasa takut. Sekitar tahun 1950-an, kesenian ini dibawa oleh para pedagang Sumedang ke daerah Cianjur dan senimannya merupakan keturunan orang Sumedang yang telah menjadi warga Cianjur, seperti H. Munandar, Sumria, Kahdi, Dana, dan Sumardi. Nama "reak" sendiri berasal dari perpaduan berbagai jenis kesenian yang menciptakan suasana ramai dan sorak-sorai dari pemain maupun penonton.
Kesenian reak memiliki ciri khas "susurakan" atau "eak-eakan" (sorak-sorai), sehingga membutuhkan minimal 20 orang pemain, namun lebih banyak akan lebih baik (misalnya 30 orang).
Pementasan diawali dengan penabuhan dogdog, diiringi para pemain yang berjalan mengelilingi arena untuk memperkenalkan diri kepada penonton. Setelah itu, pemimpin kesenian menyampaikan sambutan berisi permohonan maaf dan ucapan terima kasih. Kemudian, semua peralatan dibunyikan sesuai lagu yang diminta oleh "empunya hajat", dan para pemain menunjukkan kehebatannya dalam gerak tubuh, memainkan alat, serta menciptakan gerakan yang menarik agar penonton bersorak-sorai dan tertawa. Pementasan berlanjut hingga semua lagu permintaan "empunya hajat" terpenuhi, dan diakhiri dengan sambutan penutup dari pemimpin.
Lagu-lagu yang dilantunkan dalam pementasan reak umumnya berjenis pupuh atau wawacan. Kadang-kadang juga disertakan jenis lagu Sunda lainnya.
Awalnya, kesenian reak erat kaitannya dengan Islam karena khitan adalah syarat bagi laki-laki yang masuk Islam. Namun, fungsi reak bukan bermakna religius, melainkan murni sebagai hiburan untuk anak yang akan dikhitan. Dalam perkembangannya, fungsinya tetap sebagai hiburan. Kesenian reak juga berfungsi sebagai identitas masyarakat pendukungnya, menjadi salah satu unsur jati diri masyarakat Kampung Pasir Kuda, Desa Rahong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.
Selain nilai estetika, kesenian reak juga mengandung nilai-nilai yang dapat menjadi acuan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pendukungnya.
Sumber: https://uun-halimah.blogspot.com/2007/12/reak-cianjur.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Reak Cianjur — Seni Pertunjukan, Sumedang (dibawa ke Cianjur) · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |