|
|
|
|
|
|
Retna Lestari Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, hiduplah raksasa bernama Kyai Bakuh di hutan belantara Yogyakarta. Ia bertubuh kokoh, kekar, tinggi besar, dengan mata menyilaukan, mulut lebar, gigi dan taring tajam, serta suara menggelegar. Kyai Bakuh memangsa banyak binatang hutan, menyebabkan jumlah mereka berkurang drastis. Rusa dan kijang sekalipun tidak mampu menghindar dari kecepatannya. Hewan-hewan yang tersisa mengungsi ke kampung atau hutan lain, membuat hutan Kyai Bakuh menjadi lengang. Karena sulit mencari mangsa di hutan, Kyai Bakuh mulai memangsa binatang dan manusia di perkampungan sekitar, menimbulkan ketakutan dan keresahan. Para dewa di kayangan marah melihat kekacauan ini dan mengutus bidadari cantik bernama Retna Lestari untuk menghukum Kyai Bakuh. Suatu hari, saat Kyai Bakuh mencari mangsa di hutan, ia melihat Retna Lestari sedang bermain di dekat rumpun bunga. Tertarik dengan kecantikannya, Kyai Bakuh bertanya siapa dia. Retna Lestari mengaku penghuni hutan dan mengatakan bahwa Kyai Bakuh sering berjumpa dengannya, namun tidak melihatnya karena terlalu fokus pada mangsa. Ia juga menyatakan takut dibunuh dan dimakan oleh Kyai Bakuh. Kyai Bakuh menyangkalnya, mengatakan ia tidak akan membunuh Retna Lestari karena kecantikannya, bahkan ingin menjadikannya istri. Retna Lestari tetap takut, khawatir akan dibunuh seperti binatang dan penduduk lain. Kyai Bakuh meyakinkannya dengan bersumpah akan memenuhi segala permintaannya sebagai bukti cinta. Retna Lestari kemudian meminta mega yang berawan kemerah-merahan yang mekar setiap senja. Kyai Bakuh bersedia mengambilnya, tetapi Retna Lestari menolak, khawatir mega itu akan robek jika diambil oleh tangan kuat Kyai Bakuh. Ia ingin mengambilnya sendiri. Kyai Bakuh mengatakan tubuh Retna Lestari terlalu pendek untuk mencapai mega di langit. Retna Lestari bersikeras tidak ingin mega rusak dan menolak tawaran Kyai Bakuh untuk diangkat, takut akan cengkeraman kuku tajamnya. Akhirnya, Retna Lestari menyarankan agar Kyai Bakuh menelungkup di tanah, dan ia akan berdiri di punggungnya untuk mencapai mega. Kyai Bakuh setuju dan segera menelungkup. Retna Lestari naik ke punggung Kyai Bakuh, namun merasa tangannya masih kurang sedikit mencapai langit. Ia kemudian turun, mengambil batu besar, dan meletakkannya di punggung raksasa itu. Ini dilakukan berulang kali; setiap kali Retna Lestari berkata belum cukup tinggi, ia akan menambah batu-batu besar lagi. Tumpukan batu di punggung Kyai Bakuh semakin tinggi dan besar, bahkan menimbun kepalanya, hanya kakinya yang masih bisa bergerak. Kyai Bakuh mengeluh sesak napas karena beratnya batu, tetapi Retna Lestari memintanya bersabar, menunggu mega mekar dan berwarna kemerah-merahan. Beberapa saat kemudian, Retna Lestari mengklaim ia harus menumpuk lebih banyak batu di bagian kaki Kyai Bakuh untuk berpijak dengan kedua kakinya. Tanpa persetujuan Kyai Bakuh, ia cepat-cepat menambah batu-batu hingga membentuk dua buah gunung di punggung dan kaki raksasa itu. Kyai Bakuh kembali bertanya apakah mega sudah dipetik dan memintanya segera turun karena sudah sangat kepayahan. Retna Lestari tidak menjawab dan malah sibuk menambah batu lagi. Ketika Kyai Bakuh berteriak, Retna Lestari tetap diam dan segera pergi meninggalkannya. Kyai Bakuh berulang kali memanggil namanya, tetapi tidak ada jawaban. Akhirnya, Kyai Bakuh menyadari bahwa ia telah ditipu oleh Retna Lestari. Ia meronta dengan sekuat tenaga, tetapi tumpukan batu di atas tubuhnya tidak bergerak.
Cerita ini berasal dari Yogyakarta.
Sumber: https://uun-halimah.blogspot.com/2008/05/retna-lestari.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |