×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Jawa Timur

Asal Daerah

Trowulan, Mojokerto

Candi Brahu

Tanggal 22 Jun 2026 oleh Netizen Budiman. Revisi 4 oleh Kyas1 pada 07 Aug 2026.

Deskripsi

Candi Brahu adalah candi Hindu-Buddha yang terletak di lahan yang tenang dan bermartabat di pinggir kota Trowulan. Candi ini merupakan tontonan yang megah dan pengingat yang bersahaja akan sintesis agama dan kehidupan pra-Majapahit di Jawa. Ini adalah salah satu dari sedikit candi yang tersisa dari periode pra-Majapahit dan merupakan struktur tertua di Trowulan. Meskipun kerajaan Majapahit runtuh, candi ini masih berdiri, menunjukkan tujuan yang saleh sejak dulu. Bahkan hingga kini, komunitas Buddha berbondong-bondong datang ke situs ini untuk berdoa dan melakukan ritual suci.

Asal & Sejarah

Penelitian menempatkan Candi Brahu sebagai struktur tertua di Trowulan. Hal ini berasal dari prasasti Analistan terdekat, sisa dari masa pemerintahan Raja Mpu Sindok, seorang raja Kerajaan Mataram. Penandaan tersebut mengacu pada ruang suci yang dikenal sebagai 'Waharu', dari situlah Brahu mendapatkan namanya. Prasasti tersebut bertanggal 861 Saka, atau September 939 Masehi, menunjukkan bahwa situs tersebut sudah ada sebelum Majapahit. Kata 'brahu' berakar pada kata 'awu', bahasa Jawa untuk 'abu'. Akar kata ini menyiratkan bahwa candi tersebut berfungsi sebagai krematorium kerajaan. Beberapa sumber menunjukkan bahwa situs ini menyimpan sisa-sisa jasad yang dibakar dari para penguasa seperti Raja Brawijaya IV, seorang raja Majapahit dari abad kelima belas.

Struktur & Bagian

Ketika pemimpin ekspedisi Barat Sir Thomas Stamford Raffles pertama kali melihat candi ini pada tahun 1817, ia mengira itu mungkin gapura. Perbedaannya terletak pada penampilannya. Candi ini memiliki bentuk seperti pagoda, dan fasadnya terlihat lebih jarang diukir daripada bangunan serupa di Jawa. Kebanyakan candi di Indonesia memiliki 'kulit kedua' berupa ukiran, patung, dan tulisan kuno yang diukir di batu yang usang. Candi Brahu, bagaimanapun, tidak demikian. Lapisan luarnya memiliki sedikit ukiran, dan sebagian besar berasal dari usia, erosi, dan pelapukan. Bagian dasar dan fasadnya tidak memiliki prasasti, yang memaksa pengamat untuk fokus pada bentuk dan simbolisme candi yang luar biasa. Banyak penonton terfokus pada bagian tengah candi, dengan banyak lekuk dan lapisannya yang membuat struktur tersebut terlihat seolah-olah telah mengalami penggalian terus-menerus, selapis demi selapis. Bentuk abstrak ini mengingatkan pada tanda-tanda yang keras dan tidak alami yang ditimbulkan pada gunung oleh operasi penambangan eksplosif. Namun, alih-alih undakan lurus atau bertingkat yang disukai oleh banyak candi di Jawa, bagian tengah Candi Brahu mengikuti garis melengkung. Bentuk ini menunjukkan keseimbangan dan keterampilan para pembuat candi. Dengan melapisi batu bata dengan panjang dan lebar yang berbeda, dari paada, atau dasar, hingga ke langit-langit, mereka memberikan candi bentuk berjenjang yang mendesis dan membuatnya terlihat seperti ular yang bersiap menyerang.

Bahan & Konstruksi

Candi ini memiliki tinggi 20 meter, lebar 18 meter, dan panjang hampir 23 meter. Candi ini terbuat dari batu bata merah. Pendekatan ini, yang khas pada periode Majapahit dan Mataram, membuat candi menjadi kuat dan tahan terhadap guncangan gempa bumi.

Sumber: https://eyeinthemiddle.com/candi-brahu-trowulan

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

Candi Brahu — Produk Arsitektur, Trowulan, Mojokerto · source

Alat Tenun Sorha

DISKUSI


TERBARU


Lagu Selayang P...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Lagu Tradisional

Lagu Melayu yang bertajuk Selayang Pandang sangat tersohor tidak hanya di Indonesia namun di Malaysia dan Singapura merupakan ciptaan komposer tanah...

Hidangan Ketupa...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Ketupat

Selain bahan bakunya yang unik, Ketupat Kopau khususnya di Desa Okura juga dihidangkan dengan makanan pendamping yang unik pula. Ketupat dimakan deng...

Anyaman Ketupat...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Anyaman Ketupat

Berbeda dari ketupat pada umumnya yang menggunakan daun kelapa, masyarakat Melayu Riau memiliki kearifan lokal unik berupa tradisi menganyam ketupat...

Tari Vaganza

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Tari Vaganza

Tari Vaganza adalah sebuah pertunjukan tarian selamat datang yang berasal dari Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kata 'Vaganza' bermaksud pertunjukan be...

Situs Payak

Oleh Kyas1 | 20 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Situs Payak adalah salah satu lokasi wisata sejarah blusukan di Jogja yang belum banyak dikenal. Bentuknya menyerupai candi pendek dengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...