|
|
|
|
|
|
Tari Barepan Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Tari Barepan lahir dari Sanggar Tari Dapur Pangbarep yang didirikan pada tahun 2016 oleh pasangan seniman Idha Rosmiati (Idha Jipo) dan Mpey Ferdy di Bandung. Karya ini menjadi inti pendidikan dan pelatihan di sanggar tersebut, yang juga berfungsi sebagai rumah kreatif untuk anak muda belajar seni dan kehidupan. Dapur Pangbarep menekankan nilai-nilai hormat, disiplin, tanggung jawab, dan cinta terhadap budaya.
Karya Barepan bukan hanya tentang gerakan, tetapi juga refleksi perjalanan pemikiran Idha Jipo sebagai pendidik, seniman, dan perempuan. Gerakannya menggambarkan keseimbangan antara kelembutan dan keteguhan, serta tradisi dan pembaruan. Tari Barepan memiliki lima gaya utama yang merupakan ciri khas Idha Jipo, masing-masing mengandung filosofi tubuh dan kehidupan:
Barepan adalah simbol perjuangan, kelenturan, dan kekuatan perempuan dalam menghadapi kehidupan. Gerak-geraknya adalah dialog antara tubuh dan jiwa, pengalaman dan ekspresi, serta tradisi dan kebaruan. "Barepan" berarti memulai, yang di Dapur Pangbarep dimaknai sebagai keberanian untuk membuka langkah baru, ruang untuk menemukan diri, dan proses untuk terus bertumbuh. "Pangbarep" sendiri bermakna bentang panggung yang menonjol dan memberi pengaruh, atau sesuatu yang terbaik, terampil, dan memberi teladan. Melalui Barepan, penonton diajak memahami arti memulai; bahwa setiap awal adalah panggungnya masing-masing, setiap langkah pertama adalah keberanian, dan setiap ruang yang dibuka adalah bentuk pernyataan diri. Tari ini menjadi jejak budaya, perjuangan, dan cinta yang terus hidup.
Filosofi dan kekuatan gerak Tari Barepan dipresentasikan dalam Festival Barepan 2026 yang dibuka pada 19 April 2026, melibatkan sekitar 200 penari dari berbagai sanggar. Festival ini berfungsi sebagai ruang besar bagi regenerasi seni tradisi. Penutupan pada 25 April melibatkan 36 peserta "ngabarep" dari berbagai kota dan 10 sanggar tari dari Jawa Barat (Karawang, Sumedang, Cirebon, Indramayu). Selain pertunjukan, festival ini juga menghadirkan 5 narasumber dari berbagai bidang keahlian seni dalam sesi bincang karya, membahas Barepan sebagai gagasan budaya dan cara hidup. Dari 36 peserta, terpilih 10 penari mahi terbaik yang diakui oleh maestro bajidoran, Bah Namin, menandakan Barepan sebagai bagian penting regenerasi seni tradisi Jawa Barat.
Sumber: https://borobudurwriters.id/kronik-budaya-dan-sejarah/kisah-sanggar-dapur-pangbarep
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |