×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tarian

Provinsi

Jawa Barat

Asal Daerah

Bandung, Jawa Barat

Tari Barepan

Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Asal-usul

Tari Barepan lahir dari Sanggar Tari Dapur Pangbarep yang didirikan pada tahun 2016 oleh pasangan seniman Idha Rosmiati (Idha Jipo) dan Mpey Ferdy di Bandung. Karya ini menjadi inti pendidikan dan pelatihan di sanggar tersebut, yang juga berfungsi sebagai rumah kreatif untuk anak muda belajar seni dan kehidupan. Dapur Pangbarep menekankan nilai-nilai hormat, disiplin, tanggung jawab, dan cinta terhadap budaya.

Gerak & Struktur

Karya Barepan bukan hanya tentang gerakan, tetapi juga refleksi perjalanan pemikiran Idha Jipo sebagai pendidik, seniman, dan perempuan. Gerakannya menggambarkan keseimbangan antara kelembutan dan keteguhan, serta tradisi dan pembaruan. Tari Barepan memiliki lima gaya utama yang merupakan ciri khas Idha Jipo, masing-masing mengandung filosofi tubuh dan kehidupan:

  • Nandur: Terinspirasi dari postur petani menanam padi, dengan posisi tubuh menunduk dan menungging. Melambangkan penanaman kehidupan, kerendahan hati, kesabaran, dan kesiapan perempuan menjadi ruang tumbuh. Gerakan ini melatih kekuatan kaki, panggul, dan punggung bawah.
  • Kempot-Kembos: Berfokus pada pengaturan napas dan kelenturan panggul, mengajarkan kesadaran terhadap pusat energi kewanitaan. Melatih fleksibilitas, kekuatan, dan kontrol napas yang penting dalam kehidupan perempuan, termasuk persalinan dan keharmonisan hubungan.
  • Nunggir: Berpusat pada ujung tulang ekor sebagai poros keseimbangan tubuh. Memperkuat hubungan antara kaki dan tulang belakang agar tubuh berdiri tegak, stabil, dan anggun. Secara simbolis menunjukkan kekuatan perempuan dimulai dari akar yang kokoh.
  • Sentug Pinareup: Gerakan hentakan halus pada bagian dada (depan dan belakang), melatih kelenturan dan kekuatan otot dada. Melambangkan dada sebagai pusat napas, kasih, empati, dan cinta, menghadirkan keseimbangan kelembutan dan ketegasan.
  • Galemot: Posisi tubuh merendah dalam rengkuh kuat dengan titik keseimbangan rendah namun lentur, beban tubuh pada ujung jari kaki. Dalam tempo cepat (ngerecek), pinggul bergerak melalui hentakan kecil yang rapat dan bertenaga, menghasilkan getaran ke seluruh tubuh. Keunikan pada kontrol napas perut untuk menjaga keseimbangan saat kaki bergerak cepat.

Fungsi & Makna

Barepan adalah simbol perjuangan, kelenturan, dan kekuatan perempuan dalam menghadapi kehidupan. Gerak-geraknya adalah dialog antara tubuh dan jiwa, pengalaman dan ekspresi, serta tradisi dan kebaruan. "Barepan" berarti memulai, yang di Dapur Pangbarep dimaknai sebagai keberanian untuk membuka langkah baru, ruang untuk menemukan diri, dan proses untuk terus bertumbuh. "Pangbarep" sendiri bermakna bentang panggung yang menonjol dan memberi pengaruh, atau sesuatu yang terbaik, terampil, dan memberi teladan. Melalui Barepan, penonton diajak memahami arti memulai; bahwa setiap awal adalah panggungnya masing-masing, setiap langkah pertama adalah keberanian, dan setiap ruang yang dibuka adalah bentuk pernyataan diri. Tari ini menjadi jejak budaya, perjuangan, dan cinta yang terus hidup.

Festival Barepan

Filosofi dan kekuatan gerak Tari Barepan dipresentasikan dalam Festival Barepan 2026 yang dibuka pada 19 April 2026, melibatkan sekitar 200 penari dari berbagai sanggar. Festival ini berfungsi sebagai ruang besar bagi regenerasi seni tradisi. Penutupan pada 25 April melibatkan 36 peserta "ngabarep" dari berbagai kota dan 10 sanggar tari dari Jawa Barat (Karawang, Sumedang, Cirebon, Indramayu). Selain pertunjukan, festival ini juga menghadirkan 5 narasumber dari berbagai bidang keahlian seni dalam sesi bincang karya, membahas Barepan sebagai gagasan budaya dan cara hidup. Dari 36 peserta, terpilih 10 penari mahi terbaik yang diakui oleh maestro bajidoran, Bah Namin, menandakan Barepan sebagai bagian penting regenerasi seni tradisi Jawa Barat.

Sumber: https://borobudurwriters.id/kronik-budaya-dan-sejarah/kisah-sanggar-dapur-pangbarep

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Cepetan Alas

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Kesenian Cepetan Alas adalah salah satu kesenian tradisional asli Kebumen, Jawa Tengah, di mana seluruh pemainnya menggunakan topeng denga...

Kesenian Buncis...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Tarian

Deskripsi Kesenian Buncis Banyumasan adalah kesenian tradisional dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Gerakan dalam kesenian ini memiliki makna per...

Krenyos

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Krenyos adalah hidangan kuliner yang terbuat dari lemak kambing, dikenal sebagai 'mutiara terpendam' di kalangan pecinta sate klat...

Fenomena Rumah...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Fenomena rumah menghadap selatan merupakan sebuah kepercayaan atau kebiasaan masyarakat Dukuh Tanjungsari, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawa...

Wayang Beber Gu...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Wayang beber adalah seni pertunjukan wayang yang menggunakan gambar wayang yang digelar di sebuah kertas. Pertunjukan ini dinilai sakral d...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...