|
|
|
|
|
|
Tari Barong Blora Tanggal 23 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Kesenian Barongan ini berasal dari hikayat Panji yang diawali dari iring-iringan prajurit berkuda mengawal Raden Panji Asmarabangun atau Pujonggo Anom dan Singo Barong. Cerita dimulai ketika Prabu Klana Sawandana dari Kabupaten Bantarangin jatuh cinta kepada Dewi Sekartaji putri dari Raja Kediri. Ia memerintahkan Patih Bujangganong atau Pujonggo Anom untuk meminangnya. Patih tersebut dikawal oleh 144 prajurit berkuda yang dipimpin oleh empat perwira: Kuda Larean, Kuda Panagar, Kuda Panyisih, dan Kuda Sangsangan. Di hutan Wengkar, rombongan prajurit Bantarangin dihadang oleh Singo Barong, penjelmaan Adipati Gembong Amijoyo yang ditugasi menjaga keamanan perbatasan. Terjadi peperangan sengit yang menyebabkan seluruh prajurit Bantarangin ditaklukkan oleh Singo Barong, namun keempat perwira lolos dan melapor kepada Adipati Klana Sawandana. Dengan Pecut Samandiman, Adipati Klana Sawandana dapat menaklukkan Singo Barong yang sempat lumpuh dan tak berdaya. Meskipun Singa Barong pulih kembali, Raden Panji dapat mengalahkannya. Singo Barong yang buas akhirnya takluk dan mengabdikan diri kepada Raden Panji, termasuk prajurit berkuda dan Bujangganong dari Kerajaan Bantarangin.
Kesenian Barongan atau Tari Barong Blora ini sering dipentaskan sebagai hiburan bagi masyarakat, khususnya di pedesaan. Barongan dalam seni barong adalah perlengkapan yang dibuat menyerupai Singo Barong atau singa besar, penguasa hutan angker yang buas, seperti dalam cerita hikayat. Tari Barong juga menggambarkan sifat-sifat kerakyatan masyarakat Blora seperti spontanitas, kekeluargaan, kesederhanaan, kasar, keras, kompak, dan keberanian yang dilandasi kebenaran. Kesenian ini sangat melekat erat dalam kehidupan masyarakat Blora yang menjunjung tinggi kekompakan dan keberanian yang berlandaskan kebenaran. Pertunjukan Tari Barong Blora juga menampilkan arak-arakan yang mencerminkan suasana arak-arakan yang dipimpin Singo Barong dan Bujangganong dalam kisah hikayat Panji. Dalam pementasan, seringkali digabungkan dengan kesenian campur sari agar lebih menarik dan menghibur.
Untuk kostum yang digunakan dalam pertunjukan Tari Barong Blora adalah busana batik khas kota Blora. Penarinya didominasi oleh kaum pria karena tarian ini lebih mengekspresikan sifat Barong yang buas dan menakutkan.
Dalam pertunjukan kesenian Tari Barong atau Barongan, diiringi oleh beberapa instrumen musik tradisional Jawa. Seiring perkembangan zaman, ada penambahan alat musik modern.
Sumber: https://seringjalan.com/asal-usul-dan-sejarah-tari-barong-blora
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |