|
|
|
|
|
|
Tari Gandrung Banyuwangi Tanggal 23 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Tari Gandrung berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dan telah menjadi ikon serta maskot pariwisata Kota Banyuwangi sejak Desember 2000, sehingga Banyuwangi dijuluki sebagai Kota Gandrung. Kesenian tari ini diperkirakan sudah ada sejak pembangunan ibukota Blambangan sebagai pengganti Pangpang (Ulu Pangpang) dan pertama kali lahir saat pembukaan Hutan Tirtagondo (Tirtaarum) atas prakarsa bupati Ulu Pangpang. Menurut Joh Schole dan cerita turun-temurun masyarakat Blambangan, Tari Gandrung mulanya dilakukan oleh para lelaki jejaka yang berkeliling desa bersama pemain kendang dan terbang/rebana. Imbalan beras yang mereka dapat kemudian disumbangkan kepada yang membutuhkan. Tari ini juga muncul sebagai ajakan bagi rakyat Blambangan yang tercerai-berai akibat penyerbuan kompeni pada tahun 1767 untuk kembali dan membangun kehidupan baru.
Tari Gandrung memiliki ciri khas di mana penari wanita akan mengajak para tamu pria untuk ikut menari bersama. Seiring perkembangan, penari gandrung beralih menjadi perempuan. Pertunjukannya terbagi menjadi tiga babak:
Busana Tari Gandrung memadukan gaya Jawa dan Bali. Penari menggunakan baju seperti kemben hitam di bagian atas, kain batik khas Banyuwangi panjang di bagian bawah hingga mata kaki. Di kepala, penari memakai mahkota dengan ornamen merah dan emas yang disebut omprok. Aksesori tambahan meliputi kelat pada tangan, selendang di bahu, serta ikat pinggang dan sembong yang dihiasi warna emas di bagian pinggang.
Istilah "Gandrung" bermakna "terpikat" atau "tergila-gila". Tarian ini adalah bentuk terpesonanya masyarakat Blambangan yang agraris kepada Dewi Sri, Dewi Padi yang diyakini membawa kesejahteraan. Tari Gandrung biasanya digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen. Selain itu, tari ini juga sering dipentaskan di berbagai acara seperti pernikahan, khitanan, dan peringatan kemerdekaan Indonesia.
Sumber: https://seringjalan.com/sejarah-dan-makna-tari-gandrung-banyuwangi
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |